Month: May, 2018

Perang Itu Dimulai Besok Pagi
Catatan Harian, Internasional, Terbaru

Perang Itu Dimulai Besok Pagi

Oleh: Dahlan Iskan Nanti malam. Ya. Nanti malam.Pukul 00.00. Perang itu harus dimulai. Sudah tidak ada lagi langkah mundur. Tidak sempat lagi negosiasi. Perang dagang Amerika-Tiongkok ini harus dimulai: Amerika mengenakan tarif masuk 25 persen. Untuk sejumlah barang Tiongkok yang diekspor ke sana. Terutama baja dan alumunium. Yang nilainya mencakup USD 200 miliar. Tiongkok membalas….

Meliuk-liuk di Sumba
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Meliuk-liuk di Sumba

Oleh: Dahlan Iskan Tidak semua laki-laki seperti Herry Susanto. Saya baru kenal ia saat mendarat di bandara Tambulaka, Sumba Barat Daya. Di bandara itu ia menyalami saya. Herry mau terbang ke Kupang. ”Pak Dahlan mau ke mana?,” tanyanya. ”Ke Sumba Timur. Tapi mau mampir dulu ke Nihi Sumba di Nihi Watu,” jawab saya. ”Kok sendirian?,”…

Trump Kecele Lagi
Catatan Harian, Internasional

Trump Kecele Lagi

Oleh: Dahlan Iskan Ia sewot: tidak mau ber-summit dengan Presiden Trump. Padahal Trump sudah begitu gegap gempitanya. Tempat summit-nya pun sudah ditentukan: Singapura. Bahkan Trump sudah seperti menitikkan air liur: bisa dapat hadiah Nobel perdamaian. Ia memilih tiba-tiba: summit sendiri dengan Xi Jinping. Diam-diam. Di kota Dalian, Tiongkok. Yang begitu dekat dengan Pyongyang. Ibukota Korea…

Jurus Balik Kucing
Catatan Harian, Internasional

Jurus Balik Kucing

Oleh: Dahlan Iskan Trump balik kucing. Begitu cepatnya. Presiden Amerika itu bikin twitter kejutan. Pagi-pagi. Hari Minggu kemarin. Inilah bunyi twitternya: Donald J. Trump @realDonaldTrump ”Presiden Xi dan saya bekerjasama untuk memberi jalan yang mudah bagi perusahaan telekomunikasi ZTE untuk kembali bisa bekerja, segera. Terlalu banyak lapangan kerja yang hilang. Kementerian perdagangan sudah diinstruksikan untuk…

Syukuran Arab Hays
Catatan Harian, Humaniora

Syukuran Arab Hays

Saya dapat kiriman buka puasa. Dari Rochman Budiyanto. Wartawan intelektual. Humoris. Satiris. Kirimannya berupa hadits. Via WA. Sohih Bukhori Muslim. Intinya: harusnya saya memang begitu. Sejajar dengan imam. Kalau hanya berdua. Tentu saya tahu hadits itu. Tapi sejak kecil sudah diajari tawadhuk. Rasanya tidak sopan sejajar dengan imam. Apalagi imamnya bapak saya. Wahai para santri:…

Rosma Setelah Tinggalkan Penyiar TV
Catatan Harian, Highlight, Humaniora, News

Rosma Setelah Tinggalkan Penyiar TV

Oleh: Dahlan Iskan Ini adegan pertama.  Bintang utamanya dua: Xavier dan Clare. Dua nama yang minggu lalu jadi trending topik di Malaysia. Xavier adalah orang yang pegang data asli. Tentang mega korupsi di 1MDB. Yang melibatkan Najib Razak itu. Yang hasil korupsinya mengalir ke mana-mana: ke para pimpinan partai UMNO, ke ketua partai Islam PAS,…

Mengunjungi Pesantren Pertama di Amerika
Catatan Harian, Humaniora

Mengunjungi Pesantren Pertama di Amerika

Disway tidak mampir ke New York. Itu bukan meniru judul novel Ayu Utami: “Laela Tidak Mampir New York”. Tapi saya benar-benar tidak sempat mampir. Saya hanya lewat high way di sebelahnya. Hanya lihat New York dari balik kaca mobil. Gedung-gedungnya. Cahayanya. Siluetnya. Hari itu agak ‘kesusu’. Begitu rapat di MIT selesai, saya langsung cabut. Meski…

Insya Allah Aku Lilo, Madrid
Catatan Harian, Humaniora

Insya Allah Aku Lilo, Madrid

Saya lemes saat nulis ini. Bahkan sudah lemes sejak menit ke 30-an final Piala Champions itu. Lemes. Kesel. Kasihan. Pasrah. Akhirnya…. tawakkal billah…. barang siapa marah di bulan puasa akan terhapus airmata putihnya. Saya tidak menangis. Biar pun Liverpool kalah. Tidak sampai seperti Via Vallen. Yang menangis sampai air mata putihnya keluar. Kata ‘air mata…

Mobil Listrik, Kita Kian Ketinggalan
Aktivitas Disway

Mobil Listrik, Kita Kian Ketinggalan

>>>> Nur Muhis May 26, 2018: Kapan mampir ke Wisconsin University   KOMENTAR DISWAY: Yang di Madison? Dekat danau itu? Anda alumninya? Ngerti gitu tanya-tanya Anda dulu. Lima tahun lalu saya ke sana. Ada rapat di situ. Dengan ahli dan penemu satu bidang teknologi. Tapi tidak bermalam. Langsung ke Milwaukee, kota di pinggir danau Michigan…

Nonton Liga Champhions Sendirian
Aktivitas Disway

Nonton Liga Champhions Sendirian

Bar itu begitu besarnya. Tapi pengunjungnya begitu sedikitnya. Bahkan final Liga Champions yang heboh di Indonesia itu tidak menarik minat orang-orang Amerika untuk menontonnya. Jadilah saya satu-satunya pengunjung sport bar di kota Laredo, di Negara Bagian Texas itu. Sekaligus satu-satunya penonton siaran langsung Champions League. Kali ini saya kurang beruntung: menikmati siaran dalam bahasa Spanyol….

Ribuan Kilometer Kansas – Boston
Catatan Harian, Humaniora

Ribuan Kilometer Kansas – Boston

Oleh: Dahlan Iskan Berita dari Boston itu masuk ke HP saya. Tentang kepastian jadwal rapat di MIT. Masih ada waktu empat hari. Beberapa agenda di Hays bisa saya tunda. Termasuk lanjutan diskusi kredit untuk petani. Jadwal ke Columbia saya majukan: lihat reaktor riset Universitas Missouri. Saya putuskan juga: ke Boston jalan darat. Toh tim saya…

Rahasia Hape Imam Tarawih
Catatan Harian, Humaniora

Rahasia Hape Imam Tarawih

Pokoknya beres. Setelah tahu rumah itu adalah masjid, saya merasa bebas: bisa datang kapan saja. Tidak dikunci: pagarnya maupun pintu masjidnya. Saya juga sudah hafal bahwa yang seperti pintu itu adalah satu-satunya pintu. Saya juga sudah hafal. Jadwal maghribnya pukul 9 malam. Dan Isyanya pukul 11 malam. Saya sudah hafal tidak ada subuh, dhuhur dan…

Trump Kecele Lagi
Catatan Harian, Internasional

Trump Kecele Lagi

Oleh: Dahlan Iskan Ia sewot: tidak mau ber-summit dengan Presiden Trump. Padahal Trump sudah begitu gegap gempitanya. Tempat summit-nya pun sudah ditentukan: Singapura. Bahkan Trump sudah seperti menitikkan air liur: bisa dapat hadiah Nobel perdamaian. Ia memilih tiba-tiba: summit sendiri dengan Xi Jinping. Diam-diam. Di kota Dalian, Tiongkok. Yang begitu dekat dengan Pyongyang. Ibukota Korea…

Jumat Sukses di Hays
Catatan Harian, Humaniora

Jumat Sukses di Hays

Hampir satu jam saya sendirian di rumah itu. Eh… masjid itu. Sambil lihat-lihat apa yang tertempel di dinding: sebuah AC-jendela yang lama. Kalimat-kalimat pujian dalam bahasa Arab. Tertempel pula teguran dari Pemda: harus membayar sesuatu. Dan harus melengkapi beberapa syarat perizinan yang belum ada. Oh… di dinding itulah tertempel: salat Jumatnya pukul 14:35. Ada juga…

1 2 3 4

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2,509 other subscribers

EnglishIndonesian