admin

Perintah Tiba-tiba: Masuk ICU Dulu
Setengah Bionic

Perintah Tiba-tiba: Masuk ICU Dulu

Robert Lai menjemput saya di bandara Changi. Meski duduk paling depan saya menjadi penumpang terakhir yang keluar dari bandara. Ini karena saya tidak bisa berjalan cepat. Bahkan saat keluar dari pintu pesawat, di dalam lorong garba rata, saya harus berhenti tiga kali. Posisi garba ratanya agak naik. Maklum pesawat yang saya naiki jenis 737 yang…

Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas 
Setengah Bionic

Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas 

Setelah anak-menantu-cucu ke Makkah tinggal saya dan istri di Madinah. Kesakitan. Tergolek di tempat tidur. Mereka terus memonitor sakit saya. Saya bisiki istri agar mengatakan kondisi saya baik-baik saja. Agar tidak mengganggu kekhusukan mereka melakukan umroh. Toh sudah banyak dokter asal Surabaya yang bisa dihubungi setiap saat. Saya juga terus dikirimi foto atau video saat…

Rakus Lentil dan Kurma Mentah Beku
Setengah Bionic

Rakus Lentil dan Kurma Mentah Beku

Semua itu bermula di hari kedua saya berada di Madinah. Sehari sebelumnya kami tiba dari Surabaya setelah matahari tenggelam. Enam cucu yang masih kecil membuat kami tidak bisa bergegas langsung ke masjid Nabi untuk ikut berjamaah salat isya. Kami ke hotel dulu. Jam 2 dini hari saya bangun. Sengaja. Untuk kembali ke masjid Nabawi. Hanya…

Merelakan Ditinggal Anak, Cucu, Menantu
Setengah Bionic

Merelakan Ditinggal Anak, Cucu, Menantu

Saya sabar menunggu pencernaan saya istirahat. Tidak makan apa pun. Dada dan punggung memang masih sakit tapi sudah turun. Dari skala 9 (saat menuju rumah sakit) ke skala 6 (antara 1-10). Dengan rasa sakit skala 6 saya tidak mengeluh. Sudah jauh lebih ringan dibanding skala 9. Sambil berbaring lemas, saya ingat. Sekarang sudah pukul 15:00….

Lebih Menyiksa dari Sakit Jantung
Setengah Bionic

Lebih Menyiksa dari Sakit Jantung

Saya jatuh sakit lagi. Serius. Sangat serius. Akhir Desember lalu. Saat menjalani Umroh bersama keluarga. Pembuluh darah utama saya koyak. Koyakannya panjang sekali. Pembuluh utama yang disebut aorta itu diameternya 4 cm. Yang tugasnya mengalirkan dengan deras darah yang baru keluar dari jantung. Yang akan membawa darah ke seluruh badan: ke otak, ke lengan, ke…

Film Kartun
Quote

Film Kartun

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa qui officia deserunt mollitia animi, id est laborum et dolorum fuga. Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio. Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi optio cumque nihil impedit quo minus id quod maxime placeat facere possimus, omnis voluptas assumenda est, omnis dolor repellendus. Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet ut et voluptates repudiandae sint et molestiae non recusandae. Itaque earum rerum hic tenetur a sapiente delectus, ut aut reiciendis voluptatibus maiores alias consequatur aut perferendis doloribus asperiores repellat.

Menghilang untuk Bisa Banyak Belajar
Catatan Harian, Trend

Menghilang untuk Bisa Banyak Belajar

Salah satu kebebasan yang saya nikmati saat ini adalah bisa kembali belajar dengan leluasa. Belajar apa saja. Dulu saya mewajibkan diri agar enam bulan sekali ”belajar” ke Amerika Serikat: shopping idea, belanja ide. Itulah sebabnya perkembangan Jawa Pos di kemudian hari menjadi ”sangat Amerika”. Beda dengan koran-koran Jakarta saat itu yang ”sangat Eropa” Belakangan, ketika Tiongkok maju luar biasa,…

Tunggu Kepemimpinan Kungfu Panda
Catatan Harian, Manajemen

Tunggu Kepemimpinan Kungfu Panda

Peru (artinya “akbar”) adalah negeri asal usul kentang. Juga negara penghasil ikan terbesar dunia karena lautnya jadi pertemuan arus panas dan dingin yang menyuburkan plankton, makanan utama ikan. Pertemuan puncak APEC di Peru menjadi akbar bukan hanya karena harga kentang merosot, tapi juga 21 kepala negara itu membahas krisis global. Dahlan Iskan yang sedang di…

Neraka 40 jam Di Tengah Laut
Catatan Harian, Humaniora

Neraka 40 jam Di Tengah Laut

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan …………. Mengapa di tanahku terjadi bencana Mungkin Tuhan mulai bosan melibat tingkah kita Yang selalu salah dan Bangga dengan dosa-dosa ……………   BELUM lagi seperempat jam lagu Ebiet G. Ade itu selesai dinyanyikan biduanita Ida Farida, penumpang KM Tampomas II panik. “Api!, api!,” pekik mereka. Dan asap tebal dari bagian…

1 8 9 10

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2,643 other subscribers

EnglishIndonesian