Catatan Harian

Tidak Kalah Dengan Tiongkok
Catatan Harian, Inovasi

Tidak Kalah Dengan Tiongkok

Tamu saya, orang bule, Sabtu lalu datang naik sepeda. Sepeda listrik. Kelihatan masih baru. “Surabaya hebat,” katanya. “Ke mana-mana saya bisa sewa ini saja. Murah,” tambahnya. Saya kaget: Surabaya ternyata tidak kalah dengan Tiongkok atau Singapura. Setidaknya berusaha mengejar. Ternyata sekarang ini sudah ada persewaan sepeda seperti itu. Bahkan sejak beberapa bulan lalu. Saya agak…

Tak Cukup Hanya Terpesona
Catatan Harian, Penari Langit

Tak Cukup Hanya Terpesona

Orang awam akan bertanya: mengapa pembangkit listrik tenaga angin itu dibangun di daerah yang sudah kelebihan listrik seperti Sulsel? Mengapa tidak dibangun di Papua atau di Seram atau di Halmahera atau di Sumba atau di Flores? Yang mereka kekurangan listrik?Kenapa investor tidak sekalian mengabdi mengatasi kekurangan listrik di suatu daerah di Indonesia? Jawabnya: Anda ini…

Kepastian yang Tidak Pasti
Catatan Harian, Penari Langit

Kepastian yang Tidak Pasti

Kalau Anda bisa paham tulisan seri 4 ini, kecerdasan Anda pasti di atas rata-rata. Inilah bagian yang paling rumit untuk bisa ditulis dengan sederhana: sistem kelistrikan. Misalnya. Mengenai ketidakpastian berapa pembangkit listrik tenaga angin di Pabbaresseng itu bisa memproduksi listrik. Apakah 75 MW? Ataukah hanya 30 MW? Atau bahkan hanya 20 MW? Tidak  ada kepastian…

Tebak-Tebakan Tak Berhadiah
Catatan Harian, Penari Langit

Tebak-Tebakan Tak Berhadiah

Saya lagi bertaruh dengan beberapa aktivis green energy. Tentang berapa banyak pembangkit listrik tenaga angin di bukit Pabbaresseng, kabupaten Siddereng Rappang, Sulawesi Selatan itu nanti akan menghasilkan listrik. Anda juga boleh ikut bertaruh lewat likedisway@gmail.com. Pertanyaannya: berapa persen dari kapasitasnyakah akan menghasilkan listrik? Asumsinya: kapasitas pembangkit itu 75 MW. Kalau kecepatan angin 7 meter/detik kapasitas…

Berdoa Agar Tak Bersiul
Catatan Harian, Penari Langit

Berdoa Agar Tak Bersiul

Kalau Anda membangun pembangkit listrik tenaga uap (batubara) dengan kapasitas 100 MW, pembangkit itu benar-benar akan menghasilkan listrik 100 MW. Terus menerus. Selama 24 jam sehari. Kalau Anda membeli genset 5 MW mungkin anda akan mendapatkan listrik 4 MW saja selama 24 jam sehari. Kalau Anda membangun pembangkit listrik tenaga nuklir atau geothermal 500 MW…

Antara Bonek dan Pengabdian
Catatan Harian, Penari Langit

Antara Bonek dan Pengabdian

Rasanya tidak ada investor yang lebih bonek dari ini: mendirikan pembangkit listrik tenaga angin dengan investasi Rp 2 triliun di bukit Pabbaresseng, pedalaman Siddenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Saat ini proyek tersebut hampir jadi. Tepat waktu. Sebesar 75 MW. Kira-kira 130 km dari Makassar ke arah utara. Saya harus kagum dengan proyek Pabbaresseng ini. Juga iri….

Belajar Banyak dengan Satu Klik
Catatan Harian, Humaniora

Belajar Banyak dengan Satu Klik

Inilah salah satu dari banyak sekali respon atas serial Aorta Dissection. Datangnya dari wartawan senior Surabaya, Ali Salim. Hampir setiap seri dia beri komentar. Misalnya ini. “Tulisannya di DI’s Way luar biasa. Istimewa! Nggak sabar tunggu lanjutannya… Semoga setiap cobaan akan dilewati dengan mulus…” Setelah seri kedua terbit, Ali Salim kembali berkirim komentar. “Sampai ke…

Si Cantik Lincah dari Harbin
Catatan Harian, Humaniora

Si Cantik Lincah dari Harbin

Dari Robert Lai pula saya kenal Meiling. Nama lengkapnya Chang Meiling. Gadis (waktu itu) Tiongkok yang belum lama tinggal di Singapura. Waktu itu saya ingin meneruskan pelajaran bahasa Mandarin saya. Sudah kepalang tanggung. Saya sudah kursus di Surabaya selama tiga bulan. Saya sudah kursus di Jiangxi Chifan Daxue (semacam IKIP) selama sebulan penuh di kota…

Menjelaskan Indonesia Dalam Paham Singapura
Catatan Harian, Humaniora

Menjelaskan Indonesia Dalam Paham Singapura

Robert Lai punya anak tiga. Wanita semua. Baru satu yang berumah tangga, memberinya dua cucu. Di Singapura dia tinggal di apartemen yang dibangun pemerintah. Dia boleh membeli apartemen lima kamar. Itu karena tiga generasi tinggal di rumah yang sama: mertua perempuannya, dia sendiri suami-istri dan dua anaknya yang masih lajang. Dua anaknya ini seperti umumnya…

Dua Hobi yang Tak Ketemu
Catatan Harian, Humaniora

Dua Hobi yang Tak Ketemu

Pengorbanan Robert Lai untuk saya termasuk di bidang golf. Dia suka sekali main golf. Dia mengurangi banyak sekali hobbynya itu. Selama merawat saya kadang sebulan penuh Robert tidak main golf. Dia tahu saya tidak main golf. Dia juga tidak berhasil meyakinkan saya untuk mulai main golf. Tapi dia tidak henti-hentinya bercerita tentang menariknya main golf….

1 10 11 12 13

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,339 other subscribers

EnglishIndonesian