Catatan Harian

Batu Ginjal di Tangan Boyke
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Batu Ginjal di Tangan Boyke

Oleh: Dahlan Iskan Istri saya punya masalah: posisi batu di ginjalnya sulit diambil. Harus dengan alat istimewa. Adanya di Amerika, Jerman, Jepang atau Samarinda. Batu itu bisa saja diambil dengan cara dibedah. Tapi, kalau bisa, dihindari. Apalagi istri saya punya kebun tebu, eh, pabrik gula: di pangkreasnya. Alat yang mirip itu ada juga di Surabya….

Meliuk-liuk di Sumba
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Meliuk-liuk di Sumba

Oleh: Dahlan Iskan Tidak semua laki-laki seperti Herry Susanto. Saya baru kenal ia saat mendarat di bandara Tambulaka, Sumba Barat Daya. Di bandara itu ia menyalami saya. Herry mau terbang ke Kupang. ”Pak Dahlan mau ke mana?,” tanyanya. ”Ke Sumba Timur. Tapi mau mampir dulu ke Nihi Sumba di Nihi Watu,” jawab saya. ”Kok sendirian?,”…

Kebun di Bumi yang Belum Jadi
Catatan Harian, Inovasi, Terbaru

Kebun di Bumi yang Belum Jadi

Oleh: Dahlan Iskan Ini hanya bisa dilakukan oleh pemilik celana yang sakunya amat dalam. Seperti Grup Hartono, pemilik Grup Djarum itu. Sudah lima tahun terus keluar uang. Belum ada penghasilan. Masih dua tahun lagi akan terus keluar uang. Lebih besar. Belum juga ada penghasilan. Penghasilannya baru mulai tiba tahun 2021 nanti. Setelah delapan tahun terus-menerus…

Heboh Bijan dari Rosma 
Catatan Harian, Internasional, Terbaru

Heboh Bijan dari Rosma 

Oleh: Dahlan Iskan  Perlu waktu setengah bulan untuk menghitung ini: tas dan permata yang disita dari rumah mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak. Sedangkan untuk menghitung uang cash-nya diperlukan enam mesin hitung. Total nilai yang disita itu: sekitar satu miliar ringgit. Atau sekitar Rp 3 triliun. Lokasi penyitaan: di enam rumah milik Najib. Angka-angka rinciannya agak…

Saham Hilang Senilai Kanada
Catatan Harian, Terbaru

Saham Hilang Senilai Kanada

Oleh: Dahlan Iskan Biarlah Nihi Sumba menggantung dulu. Biarlah kebun tebu Sumba Timur tertunda dulu. Biarlah Pilkada-pilkada bicara dengan hasilnya masing-masing. Ini. Ada peristiwa yang juga luar biasa: Tiongkok kehilangan kekuatan ekonominya sebesar ekonomi ekonomi satu negara Kanada. Harga saham di bursa Shanghai merosot drastis. Minggu ini. Total kemerosotan itu senilai USD 5,6 triliun. Bayangkan….

Menuju Nihi Watu
Catatan Harian, Terbaru

Menuju Nihi Watu

Menuju Nihi Watu Oleh: Dahlan Iskan Saya beruntung: dapat tempat duduk di sebelah wanita muda Prancis ini. Namanya: Christine Authemayou. Ahli geologi. Umur 25 tahun sudah bergelar doktor. Duduk di sebelahnya terbang 1,5 jam dari Ngurah Rai ke Tambulaka menjadi sangat singkat. Mengapa Christine sering ke Sumba? ”Sumba itu pulau yang daratannya selalu naik,” katanya….

Nihi Sumba
Catatan Harian, Terbaru

Nihi Sumba

Oleh: Dahlan Iskan Saya ke Sumba lagi. Gara-gara perkawinan di Uluwatu, Bali, itu (lihat Disway edisi Minggu, 24 Juni 2018). Keesokan harinya saya tidak mendapat tiket ke Jakarta. Atau ke  Surabaya. Semua penerbangan penuh. Pada hari terakhir liburan panjang itu. Di bandara Ngurah Rai –yang keren itu– saya tidak tahu harus bagaimana. Atau ke mana….

Kuda Messi Keledai Emosi
Catatan Harian, Internasional, Terbaru

Kuda Messi Keledai Emosi

Oleh: Dahlan Iskan Messi itu ibarat kuda sekaligus keledai. Kuda bagi klubnya: Barcelona. Keledai bagi negaranya: Argentina. Itu bukan pendapat saya. Itu ejekan dari media sosial. Setelah tim piala dunia Argentina ‘dikalahkan’ Islandia dengan skor 1-1. Apalagi saat mendapat hadiah penalti Messi gagal bikin gol: tendangannya terlalu lemah. Seperti tidak ada semangat. Lebih-lebih setelah Argentina…

Romantisnya Uluwatu dan Magetan
Catatan Harian, Humaniora, Terbaru

Romantisnya Uluwatu dan Magetan

Oleh: Dahlan Iskan Mumpung edisi minggu. Saya isi dengan hal yang ringan: perkawinan. Baru sekali ini saya menghadiri pesta kawin di pinggir cliff: Uluwatu. Bali. Saya berdecak kagum. Indah sekali. Romantis banget. Lihatlah videonya. Yang saya sertakan di tulisan pendek ini. Cukuplah video itu. Sudah sama dengan 10 halaman tulisan. Saya harus pidato di acara…

Batu Nisan Untuk Partai Tionghoa
Catatan Harian, Internasional, Terbaru

Batu Nisan Untuk Partai Tionghoa

Oleh: Dahlan Iskan Kejayaan partai Tionghoa Malaysia ikut berakhir. Nama resmi partainya: MCA (Malaysian Chinese Association). Didirikan 2 Februari 1949. Pada pemilu terakhir 9 Mei lalu hasilnya tragis: hanya dapat satu kursi. Padahal MCA pernah meraih 31 kursi pada pemilu tahun 2004. Bahkan sewaktu jumlah anggota DPR dikurangi tinggal 192 kursi pun MCA masih menduduki…

1 2 3 4 5 16

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2,643 other subscribers

EnglishIndonesian