Akhirnya baru pada tahun 2018 ini Dahlan Iskan punya wesite pribadi. Namanya ”disway”.

Memang begitu banyak blog dan sejenisnya yang menggunakan nama Dahlan Iskan atau Iskan Dahlan. Tapi itu bukan.

Dahlan tidak pernah mempersoalkannya. Isinya sangat ok. Mengambil dari tulisan-tulisan Dahlan di berbagai koran. Bahkan Dahlan mengucapkan terima kasih. Dan bertekad tidak perlu lagi punya website pribadi.

Tapi sejak akhir tahun 2017 Dahlan tidak lagi menulis di koran. Padahal jarinya gatal kalau tidak menulis.

Teman-temannya mengusulkan agar Dahlan terus menulis. Ada yang membantunya mendesainkan website. Termasuk mencarikan nama domain-nya itu: disway.id.

Ejaan yang asli sebenarnya DI’sWay. Tapi domain name tidak boleh seperti itu.

Dahlan merasa sangat cocok dengan nama itu. Itu pernah jadi judul buku. Ketika kakaknya komikus Abel, Eries Adlin, menulis buku tentang Dahlan Iskan pada tahun 2014. Dahlan akan minta ijin Adlin untuk menggunakan judul bukunya sebagai nama situs disway.id.

Kapan disway.id akan mulai terbit? Dan mulai bisa diakses? Teman-teman Dahlan mengusulkan tanggal 9 Februari 2018. Tepat di Hari Pers Nasional.

Dahlan memang tokoh pers. Bahkan masih menjabat Ketua Umum Serikat Penerbit Suratkabar Indonesia. Sampai sekarang.

Saat teman-temannya menyiapkan webste disway.id ini sebenarnya Dahlan lagi sakit. Masuk rumah sakit di Madinah. Ketika lagi umroh. Lalu masuk rumah sakit di Surabaya. Akhirnya masuk rumah sakit di Singapura.

Diagnosanya mengejutkan: aorta dissection. Mengancam kematiannya. Untuk ketiga kalinya. Setelah operasi ganti hati, menabrak mobil listrik ke tebing, dan kini aorta dissertion.
Kini Dahlan menjadi manusia setengah bionic.

Bagaimana kisahnya? Cerita itulah yang akan dimunculkan di hari pertama penerbitan disway.id. Ditulis secara serial selama 10 hari.

Berikutnya Dahlan diminta untuk terus menulis di disway.id agar bisa diakses siapa saja. Termasuk oleh media apa saja yang akan mengutipnya.

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 797 other subscribers

Menu
EnglishIndonesian
Scroll to Discover
back to top
Image Alt

Manajemen

  /  Catatan Harian   /  Manajemen

  Tidak ada kesepakatan apa pun. Kecuali sepakat perlu dialog lagi. Itulah hasil pertemuan delegasi Amerika Serikat dengan Tiongkok. Yang berakhir Jumat lalu. Menyisakan pertanyaan besar: jadi perang dagangkah? Kalau jadi, itu berarti mulai akhir bulan ini. Sesuai dengan jadwal. Beberapa pelabuhan di Tiongkok bahkan sudah melangkah. Di Shenzhen pemeriksaan barang masuk dari Amerika sudah lebih teliti. Maksudnya: lebih lambat. Kapal antre. Terlalu lama. Itu tidak baik untuk sayur dan

Saham Tesla tiba-tiba jatuh lima persen. Dalam satu hari. Kemarin. Aneh. Nilai kejatuhan itu mencapai sekitar Rp 7 triliun. Tidak ada yang tahu kenapa boss Tesla, Elon Musk, begitu sewot hari itu. Yang justru menjadi penyebab jatuhnya harga saham yang mengejutkan tersebut. Baru kali ini Elon Musk begitu sewot. Terbaca oleh publik. Oleh para pembeli saham. Yang selama ini begitu fanatik pada Elon Musk. Bahkan di saat Tesla

Jurusan San Fransisco - Los Angeles akan menjadi yang pertama: kereta cepat di Amerika. Kalau kuat doanya. Pembangunan fisiknya sudah dimulai: sejak tahun 2015 lalu. Berarti akan benar-benar jadi. Tidak seperti yang jurusan Las Vegas - Los Angeles. (disway tanggal 28 April 2018). Insya Allah. Proyek dikerjakan. Selama dua tahun ini. Beberapa ruas sudah selesai. Tinggal banyak sekali ruas. Juga tinggal banyak sekali terowongan. Banyak protes. Banyak gugatan.

Ada satu kelompok orang miskin yang tidak mungkin dientas. Mereka janda. Atau duda. Sudah tua. Tidak punya keluarga. Rumah juga tiada. Diberi modal pun tiada guna. Apalagi diberi penataran. Perkiraan saya jumlahnya 5 juta. Di seluruh Indonesia. Bagi kelompok ini, yang penting adalah jaminan bisa makan. Setidaknya dua kali sehari. Kalau sakit bisa berobat. Gratis. Punya baju meski tidak baru. Punya selimut. Atau sarung yang multi guna. Tapi yang terpenting

Peru (artinya “akbar”) adalah negeri asal usul kentang. Juga negara penghasil ikan terbesar dunia karena lautnya jadi pertemuan arus panas dan dingin yang menyuburkan plankton, makanan utama ikan. Pertemuan puncak APEC di Peru menjadi akbar bukan hanya karena harga kentang merosot, tapi juga 21 kepala negara itu membahas krisis global. Dahlan Iskan yang sedang di Peru ikut panas dingin, seperti di pertemuan arus, oleh nilai tukar