Komentar Ft Komentar

Disway Hadir Jelang Sahur

>>> Yudex, 11 Mei 2018:

Sebenarnya saya berharap di akhir tulisan disertakan foto mendiang gadis cantik sekali itu. Biar saya tahu ‘cantiiiiiik sekali’ versi disway seperti apa.

Komentar Disway:

Foto-foto wanita muda Mongolia itu sebenarnya sudah saya siapkan. Yang cantiiiiik sekaliiiii itu. Tapi, saya pikir, apakah Via Vallen tidak cemburu? Kalau ada yang bisa menjamin bahwa dia (bukan ia) tidak akan sewot jangankan fotonya. Tulang-tulang berserakannya pun sudah saya siapkan.

>>>> Saeful, 11 Mei 2008:

Dengan tulisan tentang Mahathir berarti disway terinspirasi seperti Mahathir di 2019? Hahahahaha semoga.

Komentar Disway:

Tentu saya tidak bisa melarang komentar seperti dari Bung Saeful. Saya lihat juga banyak komentar senada. Dari pembaca lainnya. Terus terang saya risi membaca komentar seperti itu. Waktu membacanya pun mata saya, saya picingkan. Agar tulisannya tidak terlalu jelas. Hahaha….

Baiknya komentar sejenis itu dikirim via email saja. Agar tidak terbaca di disway.id Takut saya (uh! penakut!) banyak yang salah paham. Dikira disway ini untuk tujuan politik: misalnya untuk membangun koalisi Pakatan Harap-Harap Cemas.
Nanti umur disway bisa tidak panjang. Padahal sudah terlanjur terlalu banyak yang mau ikut sampai umur 92 tahun.

Mohon maaf. Ampuuun…patik tuanku. Apalagi menjelang Ramadhan. Ampunilah kesalahan saya.

Eh, ternyata banyak yang minta selama Ramadhan nanti disway terbit jam 03.00. Untuk teman sahur. Saya setuju. Saya siap. Disway sudah mengatakan, HOWGH.

>>>> Nur Rochemat@gmail.com, May 12, 2018:

Menurut Bapak ide saya ini benar apa nggak sih. Kan gini. Banyak brosur di mall. Atau di mana mana. Selalu pamer iklan smart city. Lha saya kok punya ide bangun smart village. Udah terlanjur invest di dua lokasi. Udah keluar dana. Setara dua puluh convero Pak.

Komentar Disway:

Tergantung tujuannya. Kalau tujuan Bung Nur untuk bisnis (cari uang cepat) tentu sebaiknya dua puluh convero itu dijual saja. Untuk bisnis lain. Tapi kalau tujuan Bung Nur untuk sosiopreuneur lain lagi. Berarti Bung Nur punya idealisme yang kuat untuk membangun desa. Ide yang luar biasa. Anak-anak desa jadi ikut smart. Bisa mengalahkan anak kota. Di situlah saatnya tidak ada perbedaan lagi desa-kota.

Kisah sukses smart village terjadi di banyak negara. Misalnya di Tiongkok. Banyak desa di pegunungan (Yunnan, Guizhou) yang kekurangan penduduk. Pada lari ke kota. Akibatnya banyak sekolah kekurangan murid. Ada sekolah yang muridnya tinggal 5. Kalau tiap pelajaran diberi guru maka akan lebih banyak guru daripada murid.

Akhirnya desa seperti itu dijadikan smart village. Semua pelajaran lewat internet. Murid asyik. Diberi komputer. Guru datang sesekali saja. Dari kota.

Anda bisa mengkaitkan smart village Anda dengan pendidikan. Tapi apakah Anda ahli di bidang mata pelajaran tertentu. Smart village seperti itu biasanya dibangun oleh seorang guru yang hebat.

Di India ada guru matematika yang murid onlinenya 70 juta. Bayangkan berapa ribu kelas.

Ada kisah sukses lainnya. Desa itu memiliki produk pertanian tertentu. Dibangunlah smart village. Dikaitkanlah produk desa itu dengan pasar di kota. Sukses sekali.

Tapi sukses tidak datang begitu saja. Idealismenya: orang itu lahir di desa itu. Miskin sekali. Lalu sukses. Di kota. Ingin membangun desanya. Lewat keahlian manajemennya. Diajarinya penduduk desa. Dengan sabar. Harus menanam apa. Dengan cara bagaimana. Dan seterusnya. Kerja keras sekali. Jadi ia kerja keras. Lalu sukses. Idealismenya tidak hilang. Lalu kerja keras lagi. Sukses lagi.

Jadi ia sukses dulu sebelum membangun smart villagenya. Tidak ada sukses tiba-tiba. Kecuali yang bisa menemukan harta karunnya Forrest Fenn di Rocky Mountain. Atau jadi tukang santet di berbagai Pilkada.(dis)

13 May 2018

About Author

dahlan iskan


15 COMMENTS ON THIS POST To “Disway Hadir Jelang Sahur”

  1. Saking banyaknya pilkada,sampai tukang santet pun bisa sukses alias kaya mendadak, hahahahaha

  2. Tidak semua orang bisa sukses, walaupun sudah banyak baca buku buku yg berisi cara meraih kesuksesan. Sudah hafal kiat kiat sukses. Ternyata jawabannya kerja keras sekali. Abah bisa menjawab itu karena saya merasa yakin bahwa Abah mengalami sendiri.
    Kalau kita semua bekerja keras dan bersamaan itu ingat Via Vallen, maka akan timbul sebuah pertanyaan yang sederhana, yang keras apanya? Ha ha ha….

    • dan setelah diem dua hari, Via Vallen akhirnya bilang, “Kuat dilakoni, yen ra kuat ditinggal ngopi”
      hahahahaha

  3. Setuju Pak Dis.

    Untuk komen yang mengarah pada akan di “kandangkannya” Disway mending via email. Semoga sehat terus Pak seperti PM Malaysia yang baru….

  4. AllahhuAkbar. akhirnya dibales jg kiriman saya. Sy terlanjur basah Bah. Oh tidak sengaja membasahkan diri. Abah seperti punya ilmu Gaib. Sy memang guru Bah. Tidak hanya di sekol. Guru di sawah. guru di babakan. bekas galian c. di mana saja. Lha critanya gini. sy terbit di desa. dheso so. ngarit tiap hari. angon sapi di gampeng gampeng sungai. kalau ada bibit tanaman di gampeng sungai.minggu saya pindaii. ada jambu klutuk.kates. dsb. terus kuliah jadi guru pns. keluar tidak boleh karena pns nya beasiswa.congkak dikit. ya sdh takdir jd guru. di LA .Lamongan. lima tahun. nikah di mlg. tiap hari lewat tol surabaya. kanan kiri rawa rawa. sampek jadi apartemen. muncul ide. di desa lereng wonosari. kebuh teh lawang. tanah terbengkelai bekas galian c.2008 sy ekskusi. empat tahun sy tanduri. sy beri sentuhan guru. pakai outbont.kemah. pentas pentas seni. eeee dilirik owner javanine. Alhamdulilah. dua convero 2008 jadi dua puluh convero di 2014. jadi ketagian njajal kesaktian lagi. akan buka dua cabang Bah. Bah kalau nama usaha ini. sy namai pemuliaan tanah dan tanaman cocok ndak y. oh y. makanya sy sering nawari traktiran di javanine ke ABah.

  5. saya sangat berharap pak DIS berkenan mengulas aksi sepihak Amerika yang keluar dari perjanjian nuklir.
    saya tak henti heran ‘mengapa semua negara begitu menderita dan takut bila kena sanksi AS’. begitu digdayanya jaringan AS. mtr nwn.

  6. setuju abah terbit sebelum sahur jadi bisa dapat golden time pas baca artikelnya, negeri via vallen butuh asupan dari abah. hhe

  7. kenapa harus takut Abah?
    kalau saya jadi abah sih pasti ehmmm takut juga sichhh…
    kalau yang nakut-nakutin wewek gombel saya gak takut, kalau yang nakut2in “sesuatu” yg pernah saya bantu dgn susah payah wuiihhh syeraaammmmm…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2,672 other subscribers

EnglishIndonesian
%d bloggers like this: