Catatan Harian, Internasional

Utang Malaysia

Tumben ini terjadi. Seumur-umur baru kali ini utang luar negeri Malaysia diributkan.

Mungkin karena di sana juga segera Pemilu. Mungkin juga karena baru sekarang ini hutang Malaysia mencapai 50 persen dari GDP.

Belum pernah rationya sebegitu tunggi. Jauh lebih tinggi dari hutang Indonesia.

Mungkin juga ribut-ribut di sana itu sekedar karena ketularan keributan di Indonesia.

Waktu berobat di Singapura bulan lalu saya nyeberang ke Johor Bahru. Sambil menunggu jadwal dokter berikutnya. Sebulan lalu isu utang itu belum jadi kehebohan.

Yang ramai saat itu juga sama dengan yang lagi ramai di Indonesia: kehadiran proyek Tiongkok yang sangat masif. Dan dampaknya bagi perkembangan sosial.

Saya sempatkan keliling kota-kota baru di Johor Bahru. Seperti Iskandar City dan Forest City. Untuk menangkap suasana kebatinan di sana: mengapa proyek-proyek semacam itu jadi isu.

Sangat menarik. Tapi kali ini topiknya hutang Malaysia. Bukan proyek Tiongkok di sana.

Berapa sih sebenarnya utang Malaysia yang diributkan itu?
Untuk ukuran kita jumlahnya tidak sampai sebesar ujung jari kelingking: 684 miyar ringgit. Kalikanlah 3.500. Hanya Rp 2.000 triliun.

Besar juga ya? Dan itu mencapai 51 persen GDP.

Size ekonomi Malaysia memang jauh lebih kecil dari Indonesia. Meski rata-rata pendapatan rakyatnya hampir empat kali lipat lebih tinggi dari pendapatan rakyat Indonesia. Data terakhir, 2016, income per capita rakyat Malaysia adalah 11.000 dolar AS.

Di Malaysia perdebatannya bukan hanya soal besaran utang. Tapi juga bagaimana menyelesaikannya.

Mahathir Muhamad misalnya. Tokoh sentral oposisi saat ini, menunjukkan bukti. Pada zaman pemerintahannya bisa membangun begitu maju Malaysia. Tanpa utang yang menggunung. Tanpa proyek dari Tiongkok.

Kini tokoh yang sudah berusia 92 tahun itu memang ingin come back. Kalau Koalisi Harapan yang dipimpinnya menang pemilu Mahathir akan jadi perdana menteri lagi. Partai Tionghoa masuk dalam koalisi ini.

Mempersoalkan utang termasuk strategi mengalahkan koalisi UMNO yang kini memerintah. Dengan perdana menteri Najib Razak, putra Tun Razak yang legendaris.

Meski kini Mahathir turun tangan sendiri belum tentu Pakatan Harapan menang. Sang petahana telah mencengkeram semua kehidupan begiti dalamnya.

Kasus korupsi yang begitu besarnya, yang terbongkar sejak dua tahun lalu masih belum bisa menggoyahkan Najib. Rakyat Malaysia begitu permisif terhadap korupsi.

Misalnya sopir taksi di Johor Bahru ini. Ketika soal korupsi itu saya bicarakan dengannya sang sopir bersikap begini: Najib itu orang baik. Istrinyalah yang rakus.

Lantas dia menceritakan soal istri Najib panjang lebar.

Dia akan tetap pilih UMNO. Mahathir dianggap sudah terlalu tua. Juga tidak bersih-bersih amat.

Meski pers di Malaysia sangat tidak bebas toh masih banyak ocehan di media sosial. Termasuk dalam wujud humor.

Misalnya ini:
Najib dan Mahathir masuk toko roti. Tidak beli apa-apa.

Sampai di luar Najib membanggakan diri. Bisa mencuri tiga roti tanpa ketahuan. Dia tunjukkan ke Mahathir tiga roti di dalam sakunya.

Mahathir mencela Najib. Mengapa harus mencuri.

Dia ajak Najib masuk toko roti lagi. Ingin menunjukkan bagaimana bisa dapat tiga roti tanpa mencuri.

Sampai di dalam, Mahathir bicara dengan pemilik toko. Disaksikan Najib. “Tolong beri saya tiga roti. Akan saya tunjukkan keajaiban tiga roti Anda,” ujar Mahathir.

Pemilik toko memberikan tiga roti itu. Mahathir memakannya satu persatu.

Habis. Tidak tampak ada keajaiban.

“Mana keajaibannya?” tanya penjual roti.

“Lihat! Tiga roti yang saya makan tadi sudah pindah ke saku teman saya ini!” (dis)

26 March 2018

About Author

dis


21 COMMENTS ON THIS POST To “Utang Malaysia”

    • Saya pribadi tidak menyalahkan 100% kepada Tiongkok, karena sudah menjadi “roadmap” mereka sejak jamannya Deng untuk menjadi kekuatan dunia. Yang “bodoh” ya kita sendiri tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi tiongkok yang “ekspansif”.

  1. Terimakasih pak de ii.. atas tulisan-tulisannya. dulu sering muncul di tivi dan kita jadi tahu ide brilian, pandangan dan terobosan pak dee ii.. Sekarang tidak lagi, tapi, tulisan-tulisan ini paling tidak bisa mengganti hal baik yang hilang itu. meski (sayangnya) tulisan di blog seperti ini eksposurenya tidak sebesar media televisi.

    tentang tulisan ini, pada kalimat.. “Untuk ukuran kita jumlahnya tidak sampai sebesar ujung jari kelingking: 684 milyar ringgit.” apakah pak de ii.. bermaksud menyentil pemerintah yang utangnya sekarang 2 kali lebih besar jumlahnya dari itu?

    di tulisan pak dee ii… sering sekali bercerita tentang tiongkok dan tiongkok, dan herannya.. kita tidak pernah merasa bosan dengan itu. begitu banyak hal ternyata yang bisa kita belajar dari tiongkok.

    teman saya ada yang baru saja pulang dari tiongkok dan dia begitu kagum dengan kemajuan yang dicapai tiongkok, di sana katanya, banyak orang tua, yang menunjukkan bahwa kesehatan mereka lebih baik, usai tua mereka lebih panjang.

    di sana katanya kita merasa sangat aman karena petugas keamanan ada di mana-mana, banyak kamera CCTV, dll termasuk transportasinya yang modern, katanya lebih banyak orang yang ada di bawah tanah daripada yang ada di atas (jalannya lengang). termasuk seperti yang pernah pak dee ii cerita tentang sewa sepeda yang tinggal cekrek kuncinya terbuka.

    yang menyedihkan, dia komentar.. negeri kita sampai kiamat tidak akan bisa seperti itu, susah katanya melihat karakter masyarakatnya.

    saya bertanya-tanya, china kan negara komunis, banyak hal yang gak boleh, termasuk misalnya google dilarang, gmail, google maps, facebook, youtube, twitter, instagram, soundcloud, dll.

    Dengan keadaan yang dibatasi tersebut kok mereka masih bisa maju ya, beda dengan kita yang semuanya terbuka, resourcesnya lebih banyak tapi kok gak maju-maju.

    • Mereka sebenarnya ga dibatasi, tapi mereka berusaha agar rakyatnya tidak menggunakan teknologi asing, dan selalu mencoba menduplikasi teknologi asing agar bisa dipakai oleh rakyat mereka, dengan begitu aliran devisa akan tetap berputar didalam negeri, ga lari ke luar negeri. Lha kita?

  2. 92. ampus bon.ampus bon eee ampun bos. sy sj yg dkat ke lima ditambah bulat. 50. merasa tua kalau merakit pekerjaan baru. merasa tua. untuk apa. gini aja sudah cukup. toh sy ndak pakai stem sel. seperti pak hatir. biar alami saja. alami sederhana. alami nikmat lelah. tapijadi minder sama opa hatir. 92 pimpin partai. apa ndak khawatir kembung perut kalau rapat. jadi malu. yess. semangat semangat. semangat jemput pakdi. pergi ke javanine. pak ayo kapan.

  3. assalaamu’alaikum Abah…saya baru aja biztrip ke malaysia minggu lalu…dari singapur ke malaka naik taksi ~4jam, ngobrol ngalor ngidul sama sopirnya, termasuk ttg pemilu disana. Saya sudah puluhan kali ke malaysia, dan pasti buat ngisi waktu 4jam-an tsb saya ngomong ngalor ngidul termasuk ttg politik malaysia…ttg kabar mahathir (mahathir is one of my fav leader, for me he was the best leader ever in asean)….
    dari pembicaraan kemaren, saya agak kaget ternyata si encik driver skg mendukung partai non umno a.k.a partainya mahathir, padahal tahun2 sebelumnya mereka (sopir ini dan supir2 taxi yg sebelumnya) selalu kekeuh mendukung umno.
    saya punya postulat dari Riset kecil/iseng saya sebelumnya, suara supir2 ini sama dengan suata mayoritas rakyat.

    Sewaktu ada demo besar2an di malaysia bbrp tahun lalu yg disokong partainya anwar ibrahim+etnis china, mayoritas etnis melayu+muslim tetap dukung umno, no matter what!. Buat melayu+Muslim tak ada pilihan lain selain umno yg cocok buat mereka. Partainya anwar dan wan azizah kurang dianggap krn buat mrk anwar is bukan siapa2, jasa2nya apa?? Sementara partai islam PAS kurang disukai, krn katanya pas hanya menjual agama saja, daerah2 yg dikuasai pas juga tidak banyak kemajuan. I am “Nok” really sure apakah memang sejatinya spt itu atau karena faktor media yg semuanya dikuasai “kerajaan”??

    Menurut encik sopir, “ramai masyarakat” yg mendukung Mahathir, dan dia yakin mahathir yg akan menang.
    Memang di media selalu dibilang umno berjaya termasuk dlm polling, tapi aktualnya tidak seperti itu, Skrg byk yang tidak suka lagi dng umno karena kasus korupsi besarnya najib. Masyarakat sana sebenarnya kritis dan tidak permisif thd berita korupsi, tapi mrk takut bersuara, krn takut dipenjara (mirip jaman orba kita dulu)
    Skrg Melayu+Muslim punya pilihan, Partainya mahathir ini. Mahathir pun pintar dgn mengisi partai dgn orang2 lama ex umno yg populer dulunya. rakyat tahu kalau dulu mahathir juga tidak bersih2 amat dari KKN, tapi was peanuts dibanding dgn jasa2nya dlm kemajuan negara. Diskusi dgn TEman2 yg etnis china malaysia, mrk sudah pasti tak akan dukung umno.
    Kata encik supir, majority melayu+muslim sadar mereka harus pilih yang benar skrg, krn dosa kalau sokong korupsi aka umno.

    opa mahathir yg sudah 92th masih segar (kalau kata abah krn beliau rajin cell therapy), saya lihat bbrp aktifitas beliau di youtube, wow salut banget…luar biasa…Salut..salut….i dont believe he is 92yo,…sisik+visinya excellent….mudah2an beliau menang!

    cukuplah….nak tandas dulu….
    salam…

  4. Ternyata indonesia dan malasyia punya masalah yang sama, Hutang
    Menurut saya Apapun alasannya Banyak hutang tetap tidak apik
    ” Terhina disiang hari, Tersiksa dimalam hari”

  5. Masalah utama Malaysia bukan hutang… Tp pemimpinnya yg korup. Masa tak bisa bedain? Andai Najib tdk korup, pasti opa Mahathir ga akan turun gunung & rakyat Malaysia gak akan pilih beliau jg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Email:likedisway@gmail.com

Follow me on Twitter
Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2,672 other subscribers

EnglishIndonesian
%d bloggers like this: