Kasus Campak Belum Ditemukan di Jakarta, Dinkes: Masyarakat Tetap Waspada!

Rabu 11-03-2026,13:58 WIB
Reporter : Cahyono
Editor : Khomsurijal W

Tingginya mobilitas masyarakat pada periode Idul berpotensi memperbesar risiko penyebaran penyakit menular terutama bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Kemenkes mencatata, hingga pekan ke-8 tahun 2026, terdapat 10.453 suspek campak. Dari jumpah tersebut sebanyak 8.372 kasus terkonfirmasi campak.

BACA JUGA:BPKH Sosialisasi Investasi Dana Haji, LPS Bagi Tips Kemandirian Finansial

Total sudah ada 6 kasus kematian akibat campak selama periode tersebut.

Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak yang terjadi di 29 kabupaten/kota di 11 provinsi yang meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan jika imunisasi merupakan cara paling efektif untuk melindungi anak dari risiko campak.

"Campak ini yang meninggal sudah ada puluhan karena anaknya tidak diimunisasi. Padahal imunisasinya sudah ada dan efektif," kata Budi di kantor Kemeterian Kesehatan pada Senin, 9 Maret 2026.

Kategori :