Teknologi Nuklir Bantu Deteksi Kanker Lebih Akurat dengan PET-CT dan SPECT-CT

Kamis 12-03-2026,11:30 WIB
Reporter : Afandi
Editor : Subroto Dwi Nugroho

JAKARTA, DISWAY.ID -- Banyak pasien kanker baru mengetahui penyakitnya ketika sudah berada pada stadium lanjut, sehingga deteksi dini menjadi sangat penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.

Salah satu inovasi medis yang kini dimanfaatkan adalah teknologi kedokteran nuklir, seperti PET CT Scan dan SPECT CT Scan, yang digunakan untuk mendeteksi sel kanker lebih presisi dibanding pemeriksaan konvensional.

Teknologi ini sudah tersedia di Indonesia, meskipun masih terbatas di beberapa rumah sakit.

BACA JUGA:Kenali Tanda dan Jenis Aritmia pada Lansia yang Perlu Diperhatikan Keluarga

BACA JUGA:BPOM Turunkan Standar Kebersihan Holland Bakery: Tak Lagi Berpredikat Grade 'A'

PET CT Scan (Positron Emission Tomography - Computed Tomography) dan SPECT CT Scan (Single Photon Emission Computed Tomography - Computed Tomography) merupakan teknologi pencitraan berbasis nuklir yang tidak hanya menampilkan struktur organ, tetapi juga mendeteksi aktivitas sel kanker dalam tubuh.

Pemeriksaan ini menggunakan penanda radioaktif untuk menelusuri aktivitas sel dan jaringan di dalam tubuh sehingga area penyakit dapat terlihat lebih jelas.

Dijelaskan oleh dr. Lim Andreas, SpKNTM, Subsp. Onk. (K), FANMB di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, “Dengan pemeriksaan ini, dokter tidak hanya dapat melihat seberapa aktif penyakit, tetapi juga menilai penyebaran kanker (metastasis), menentukan stadium, serta mengevaluasi respons terapi."

"Hasil ini menjadi dasar untuk menyusun rencana penanganan yang lebih tepat dan personal bagi setiap pasien,” jelasnya.

Selain untuk diagnosis awal, PET CT Scan dan SPECT CT Scan juga berperan penting selama pasien menjalani pengobatan, terutama untuk memantau respons terapi.

BACA JUGA:IDAI: Indonesia Masuk Top 3 Kasus Campak Tertinggi di Dunia, Hanya Kalah dari Yaman

BACA JUGA: Investigasi BPOM: Takjil Berformalin Paling Banyak Ditemukan di Sumatera Selatan

“PET CT Scan berfokus menilai aktivitas metabolisme sel, termasuk mendeteksi sel kanker yang aktif dan memantau penyebarannya. Sementara itu, SPECT CT Scan menilai fungsi organ dan membedakan jaringan normal dan abnormal untuk membantu diagnosis dan merencanakan terapi secara lebih akurat,” tambah dr. Lim Andreas.

Berdasarkan manfaatnya, pencitraan biasanya dilakukan pada pasien dengan kecurigaan kanker, pasien yang telah menjalani terapi dan dicurigai mengalami kekambuhan, atau pasien yang memerlukan pemetaan penyakit sebelum atau sesudah pengobatan.

Dengan demikian, terapi dapat direncanakan lebih terarah dan sesuai karakteristik biologis penyakit.

Kategori :