Dermaga Bajoe Diperbaiki, ASDP Alihkan Jalur Penyeberangan Bajoe-Kolaka ke Siwa-Kolaka

Kamis 12-03-2026,15:27 WIB
Reporter : Thoriq S. Karim
Editor : Tomy Gutomo

BONE, DISWAY.ID – Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, saat ini sedang diperbaiki. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan pembenahan struktur movable bridge di Dermaga 1. Selama perbaikan, layanan penyeberangan lintasan Bajoe–Kolaka dialihkan ke lintasan Siwa–Kolaka pada periode 1 April hingga 1 Juni 2026.

Perbaikan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keandalan infrastruktur pelabuhan serta menjamin keselamatan operasional kapal saat proses sandar.

"Perbaikan movable bridge ini merupakan upaya strategis untuk memastikan infrastruktur pelabuhan tetap dalam kondisi prima. Kami berkomitmen menjaga kesinambungan layanan dengan melakukan penyesuaian operasional yang terukur, sehingga mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik tetap berjalan optimal," ujar Direktur Utama ASDP Heru Widodo.


Pelabuhan Bajoe di Kabupaten Bone diperbaiki untuk meningkatkan standar pelayanan. -Foto: Dokumentasi ASDP-

Pengalihan lintasan ini juga telah ditetapkan melalui Surat Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Nomor AP.201/1/16/DJPD/2026 yang mengatur pelaksanaan operasional penyeberangan selama masa perbaikan berlangsung. Dalam ketentuan tersebut ditegaskan bahwa layanan pada lintasan Siwa–Kolaka tetap memberlakukan struktur tarif yang sama dengan lintasan Bajoe–Kolaka, sehingga pengguna jasa tidak mengalami perubahan biaya perjalanan.

BACA JUGA:Selama Nyepi, ASDP Hentikan Sementara Penyeberangan di Lintas Utama Jawa-Bali-Lombok

BACA JUGA:ASDP Antisipasi Lonjakan Pemudik, Diprediksi 5,8 Juta Orang Lintasi Penyeberangan

Sebagai bagian dari kesiapan operasional selama masa pengalihan lintasan, ASDP menyiapkan sejumlah armada kapal yang dioperasikan oleh operator swasta untuk melayani rute Siwa–Kolaka, yakni KMP Mishima, KMP Masagena, KMP Kota Bumi, KMP Permata NST, KMP Raja Dilaut, dan KMP Fais. Selain itu, KMP Kota Bumi juga diproyeksikan mulai memperkuat layanan pada minggu kedua Maret 2026.

General Manager ASDP Cabang Bajoe Anom Sedayu menjelaskan bahwa perusahaan terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan proses pengalihan lintasan berjalan lancar, aman, dan tetap menjaga kelancaran arus penyeberangan.

"Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Wajo dan stakeholder terkait, untuk menjaga keselamatan operasional akan diberlakukan pembatasan berat kendaraan maksimal 30 ton. Pengaturan jadwal operasional kapal serta pola perjalanan saat ini masih didiskusikan bersama seluruh pihak terkait agar pola operasi yang diterapkan nantinya dapat berjalan efektif," jelas Anom.

BACA JUGA:Penyeberangan Mudik di Kepulauan Riau Diprediksi Naik 15 Persen, ASDP Pastikan Kesiapan

BACA JUGA:Kakorlantas Polri Koordinasi dengan ASDP, Pastikan Kesiapan Pelabuhan Merak dan Bakauheni Jelang Lebaran 2026

Ia menambahkan, sepanjang periode Januari 2025 hingga Februari 2026, Pelabuhan Bajoe tercatat telah melayani lebih dari 28 ribu penumpang dan sekitar 56 ribu unit kendaraan. Tingginya volume pergerakan tersebut menunjukkan peran strategis Pelabuhan Bajoe dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Sulawesi sekaligus mendukung kelancaran arus logistik.


Pelabuhan Bajoe di Kabupaten Bone diperbaiki untuk meningkatkan standar pelayanan. -Foto: Dokumentasi ASDP-

Dengan pematangan kesiapan operasional dan koordinasi yang solid bersama seluruh pemangku kepentingan, ASDP optimistis proses pengalihan lintasan ini dapat berjalan optimal sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pelabuhan. Ke depan, penguatan fasilitas di Pelabuhan Bajoe diharapkan mampu menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat.

Kategori :