Massa Buruh Beraksi, May Day Disusupi Agenda Politik

Massa Buruh Beraksi, May Day Disusupi Agenda Politik

Ilustrasi: May Day. -Pixabay/@uyilman-disway.id

PRANCIS, DISWAY.ID - Ribuan massa menggelar protes May Day di seluruh Prancis Minggu 1 Mei 2022. 

Massa buruh menuntut keadilan sosial dan kenaikan gaji dan mendorong Presiden Emmanuel Macron yang baru terpilih membatalkan rencananya untuk menaikkan usia pensiun.

Biaya hidup adalah tema utama dalam kampanye pemilihan presiden dan tampaknya akan sama-sama menonjol menjelang pemilihan legislatif Juni mendatang.

BACA JUGA:Polisi Tahan 164 Demonstran May Day, Misi Kepung Istora Kerahkan 100 Ribu Buruh  

Tuntutan ini harus dikabulkan oleh Marcron dan sekutunya jika ia ingin mendapatkan suara di legislatif. Ini termasuk meningkatkan usia pensiun dari 62 hingga 65 tahun.

Sekitar 250 aksi unjuk rasa diselenggarakan di Paris dan kota-kota lain termasuk Lille, Nantes, Toulouse dan Marseille.

Di ibu kota Prancis, anggota serikat pekerja bergabung dengan tokoh politik kebanyakan dari kiri dan aktivis iklim.

BACA JUGA:Sidang Isbat: Besok Lebaran, Wapres Ma'ruf Amin Sebut Ini Idul Fitri yang Spesial

Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan "Pensiun Sebelum Arthritis, Macron, Keluar".

Philippe Martinez, kepala serikat CGT garis keras, mengatakan Semakin kuat mobilisasi untuk Hari Buruh ini, semakin keras massa meminta tuntutan itu direalisasikan.

”Pemerintah harus mengatasi masalah daya beli dengan menaikkan upah,” terang Philippe Martinez dikutip Disway.id dari Reuters.

BACA JUGA:Lebaran, 675 Narapidana Langsung Bebas, 138.557 Lainnya Dapat Pengurangan Hukuman

Macron memenangkan masa jabatan presiden lima tahun baru setelah mengalahkan penantang sayap kanan Marine Le Pen dalam pemilihan putaran kedua hari Minggu lalu.

Pemimpin sayap kiri Jean-Luc Melenchon, yang berada di urutan ketiga dalam putaran pertama pemilihan presiden, juga menghadiri pawai buruh di Paris.

Sumber: reuters