Microsoft Resmi Luncurkan Layanan Keamanan Baru, Namanya Microsoft Security Experts, Berikut Fungsinya

Microsoft Resmi Luncurkan Layanan Keamanan Baru, Namanya Microsoft Security Experts, Berikut Fungsinya

Microsoft mengumumkan hadirnya Microsoft Security Experts-Microsoft-Siaran Pers

JAKARTA, DISWAY.ID - Microsoft secara resmi meluncurkan adanya jajaran layanan keamanan terkelola yang baru dan diperluas pada Selsa, 10 mei 2022.

Microsoft dengan bangga memperkenalkan adanya Microsoft Security Expert yang menggabungkan teknologi terlatih oleh pakar dengan layanan yang dipimpin manusia untuk menambah tim keamanan pelanggan.

Dengan layanan keamanan yang baru, Microsoft mampu melacak 35 kelompok ransomware dan lebih dari 250 pelaku ancaman unik di berbagai negara, ransomware, dan aktivitas kriminal yang diamati.

Selain itu juga bisa menyaksikan perkembangan ekonomi ransomware yang akhirnya mendanai operasi kelompok berbahaya dan mempermudah penyerang siber lain untuk masuk ke sistem.

BACA JUGA:Tak Hanya Nikuba, H Aryanto Bisa Ciptakan Bom Pemadam dari Kulit Singkong hingga Tembus Pasar Luar Negeri

BACA JUGA:Pria Bejat di Palembang Paksa ABK Oral Seks, Rekaman Jadi Bukti Laporan

Microsoft mencari layanan keamanan terkelola untuk menjalankan sistem keamanan mereka dan mendukung pertahanan internal mereka juga karena mengalami kekurangan tenaga keamanan terampil.

Maka dari itu Microsoft mengumumkan hadirnya Microsoft Security Experts yang membantu mengatasi tantangan keamanan bagi pelanggan perusahaan dan komunitas mitra, serta ekosistem keamanan siber pada umumnya.

Security Experts ini mencakup tiga layanan baru—Microsoft Defender Experts for Hunting, Microsoft Defender Experts for Extended Detection and Response (XDR), Microsoft Security Services for Enterprise—serta dua layanan yang sebelumnya sudah ada, Microsoft Security Experts for Modernization dan Microsoft Security Experts for Incident Response.

Lanskap keamanan saat ini semakin menantang dan kompleks bagi semua pengguna. Berbagai ancaman tumbuh pada tingkat yang mengkhawatirkan selama setahun terakhir.

BACA JUGA:Insiden Kenjeran Park, Menparekraf Minta Semua Pengelola Wisata Perkuat Sektor Keselamatan

BACA JUGA:Diterpa Isu dengan Aylawati, Ini Profil Gatot Nurmantyo Sosok yang Klaim TNI Disusupi Paham Komunisme

Ditambah lagi kejahatan siber diperkirakan akan merugikan dunia sebesar AS$10,5 triliun per tahun pada tahun 2025.

Angka tersebut meningkat dari AS$3 triliun pada satu dekade sebelumnya dan AS$6 triliun pada tahun 2021.

Sumber: