Pasien HIV/AIDS Didominasi Hubungan Sejenis, Dinkes BS: Sesama Pria Tinggi Penyebarannya

Pasien HIV/AIDS Didominasi Hubungan Sejenis, Dinkes BS: Sesama Pria Tinggi Penyebarannya

Ilustrasi/HIV/AIDS--Pixabay

BENGKULU, DISWAY.ID-Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan (BS) mencatat, sepanjang tahun 2022 ini ada sedikitnya lima warga BS yang terkonfirmasi mengidap HIV (human immunodeficiency virus)/ AIDS (acquired immunodeficiency syndrome).

Dinkes BS mencatat, rata-rata pengidapnya berada di stadium 2. 

Adapun lima kasus HIV/AIDS di Kabupaten BS, merupakan akumulasi kasus dari Januari hingga Mei 2022. 

Kabid P2P Dinkes BS, Budi Syaputra mengatakan, setiap tahun selalu ditemukan pengidap baru HIV/AIDS di Kabupaten BS.

Malah di tahun 2021, penambahannya cukup tinggi, mencapai 15 kasus HIV/AIDS yang terdeteksi. Satu orang diantaranya meninggal dunia.

BACA JUGA:Duh! Hotman Paris Akui Langsung Tes HIV Gegara Tubuhnya Alami Perubahan: Saya Baru Sadar...

Adapun penyebab HIV AIDS diungkapkan Budi, penularan utamanya dari hubungan seksual sejenis. 

Mirisnya lagi, sebut Budi dari hasil penelusuran yang dilakukan lima kasus yang terdata di 2022 mayoritas akibat hubungan badan sesama pria atau homoseksual.

Terang saja hal ini mengejutkan, karena hubungan sejenis sangat tidak lazim dan berbahaya bagi kehidupan di masyarakat.

“Di BS banyak homoseks. Hubungan seksual sejenis, yakni pria sama pria penyebab tingginya penyebaran HIV/AIDS di BS,’’ ungkap Budi.

BACA JUGA:Miris, Oknum Polisi di Bengkulu Diduga Gauli Ibu dan Anak di Bawah Umur

Hal ini terungkap dari hasil pemeriksaan dan pengakuan para korban HIV/AIDS. Pasien mengungkapkan sebelum terjangkit HIV masing – masing pengidap melakukan hubungan badan sesama pria.

Selain homoseksual, Budi kembali menyebutkan, HIV menular melalui PSK. Apalagi warga luar daerah BS datang dan berkerja sebagai PSK, maka sangat sulit mendeteksinya.

“Pencegahan yang kita lakukan sebatas sosialisasi ke tempat hiburan malam kafe – kafe bersama Satpol PP dan petugas terkait. Bila ditemukan positif,  kita obati,” ujar Budi. 

Sumber: rakyat bengkulu