Banjir Cirebon 662 Rumah Terdampak, 2 Kecamatan Masih Tergenang

Banjir Cirebon 662 Rumah Terdampak, 2 Kecamatan Masih Tergenang

Petugas BPBD Cirebon menyusuri permukiman warga di tengah kondisi banjir yang mengenangi. -BPBD Cirebon -disway.id

CIREBON, DISWAY.ID – Sebanyak 662 unit rumah kejadian akibat banjir yang melanda Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, pada Selasa 10 Mei 20225.

Adapun wilayah yang dibatasi yakni Desa Karangasem, Desa Kebarepan, Desa Kedungsana yang terletak di Kecamatan Plumbon dan Desa Cirebon Girang di Kecamatan Talun.

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi serta meluapnya sungai hingga masuk ke pemukiman warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat sedikitnya 775 KK menghitung dengan ketinggian ketinggian antara 30 - 150.

BACA JUGA:Siap Hadapi Hepatitis Akut, Ini Imbauan Pemkot Cirebon untuk Warganya

Selain rumah, terdapat sarana pendukung yang merupakan satu unit sarana pendidikan dan tiga unit fasilitas ibadah ikut teregenang banjir. Sementara itu, jaringan komunikasi dilaporkan tidak ikut terganggu.

Tim BPBD Kabupaten Cirebon bersama lintas instansi terkait melakukan koordinasi untuk melakukan upaya penanganan dan kaji cepat di lokasi yang tepat.

Hasil pengamatan, terpantau banjir mulai surut. Para warga mulai membersihkan rumah dari materi yang terbawa saat terjadi banjir.

BACA JUGA:Hujan Deras, Banjir Hantam 3 Kecamatan di Purwakarta

Merujuk informasi BMKG mengenai prakiraan daerah potensi banjir wilayah Jawa Barat bulan Mei 2022. Kabupaten Cirebon meliputi Kecamatan Arjawinangun, Astanajapura, Babakan, Ciledug, Ciwaringin, Depok, Gebang, Gegesik, Gempol, Greged, Gunung Jati, Jamblang, Kaliwedi.

Selanjutnya Kapetakan, Karangsembung, Karangwareng, Kedawung, Klangenan, Lemahabang, Losari, Mundu, Pabedilan, Pabuaran, Palimanan, Pangenan, Panguragan, Pasaleman, Plered, Plumbon, Suranenggala, Susukan, Susukan Lebak, Tengah Tani, Waled, dan Weru tergolong memiliki potensi banjir rendah.

Meski demikian, masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bahaya bencana hidrometeorologi basah.

BACA JUGA:Tim Gabungan Bersihkan Sisa Material Pascabanjir Di Kabupaten Bangka Selatan

BNPB mengimbau daerah untuk melakukan pelibatan berbagai organisasi dengan peran yang dimiliki untuk memperingatkan peringatan dini kepada masyarakat sehingga dampak korban jiwa dapat dihindari pada saat terjadi bencana.

Selain itu, masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyatukan informasi prakiraan pada cuaca melalui InfoBMKG dan memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRisk.

Sumber: bnpb