Keith Huewen: Suzuki Keluar dari MotoGP, Terancam Bayar Denda yang Besar

Keith Huewen: Suzuki Keluar dari MotoGP, Terancam Bayar Denda yang Besar

Suzuki hemat anggaran Rp 2,3 triliun jika hengakng dari MotoGP-suzuki-motogp.com-

JAKARTA, DISWAY.ID – Berita keluarnya Suzuki dari ajang MotoGP pada musim balap 2022 menjadi perbincangan hangat di kalangan tim dan penggemar.

Pasalnya secara posisi klasmen, kondisi Suzuki terbilang tidaklah buruk, dimana 2 pembalapnya, Alex Rins berada di posisi ke 4 klasmen sementara dengan perolehan poin 69 dan Joan Mir diposisis 6 dengan perolehan poin 56.

Menanggapi rumor hengkangkanya Suzuki dari MotoGP, bekas pembalap dan pengamat MotoGP Keith Huewen mengungkapkan bahwa jika Suzuki keluar dari MotoGP terancam bayar denda yang besar.

Rumor yang mulai terdengar setelah latihan di Jeres beberapa waktu lalu dan Dorna selaku penyelenggara mengeluarkan pernyataan untuk mengingatkan Suzuki akan komitmen yang telah dibuat saat bergabung dengan MotoGP.

BACA JUGA:Pelatih Timor Leste Angkat Bicara Setelah Kalah Telak dari Indonesia 4-1, Bangga Dengan Performa Pemain

Jika Suzuki keluar dari MotoGp berarti melanggar kontrak yang telah disepakai dimana Suzuki mejetujui untuk ambil bagian di Moto GP selama 5 tahun dan masih ada 4 tahun lagi yang harus dijalani.

“Jika saya di tim Suzuki saya benar-benar akan panik,” jelas Huewen.

Huewen menambahkan bahwa tidak ada yang bisa menebak apa yang menjadi keputusan dari principal dan kita juga tidak bisa menyalahkan mereka.

BACA JUGA:Menang 4-1 Atas Timor Leste, Shin Tae-yong: Jangan Senang Dulu Masih Ada 2 Pertandingan Penting

Biasanya keputusan tersebut tak jauh dari permasalahan financial.

Menurut saya keputusan ini merupakan dampak dari penjualan Suzuki di pasar kendaraan dunia karena secara performa di MotoGP, Suzuki telah menunjukan prestasinya bahwa berhasil menjadi juara dunia pada 2020 lalu dengan pemabalapnya Joan Mir dan Alex Rins pada posisi ke 3.

BACA JUGA:Pencak Silat Indonesia Amankan Tiga Tiket Final SEA Games 2021

Keputusan ini menjadi sebuah hasil yang harus dijalani oleh tim, namun secara professional tentunya keputusan tersebut sangat mengecewakan pengemar mereka.

Namun terlepas dari itu semua, bahwa permasalahan keuangan menjadi hal yang sangat berperan dalam keputusan ini apalagi terjadinya perang Ukraina.

BACA JUGA:Bulog Ogah Stop Impor Daging Kerbau India, Yakin Bebas Penyakit Kutu Mulut?

Menurut saya nanti pada 2023 merupakan tahun yang berat di mana semua palaku bisnis akan mengalami kesulitan yang luar biasa dalam mencari biaya tambahan.

“Bisa jadi Suzuki melihat bahwa tidak adanya dampak yang signifikan dari keikut sertaan mereka di balapan dengan penjualan sepeda motor mereka sehingga mengambil keputusan ini lebih awal,” tutup Huewen.

Sumber: