Ketipu Arisan Online Miliaran Rupiah, Emak-emak Geruduk Mapolres Musi Banyuasin

Ketipu Arisan Online Miliaran Rupiah, Emak-emak Geruduk Mapolres Musi Banyuasin

Kerena ketipu arisan online miliaran rupiah, emak-emak geruduk Mapolres Musi Banyuasin, 2 wanita pelaku melarikan diri.-sumeks.co -

JAKARTA, DISWAY.ID –  Akibat ketipu arisan online miliaran rupiah, emak-emak geruduk Mapolres Musi Banyuasin pada Rabu 11 Mei.

Kedatangan belasan ibu rumah tangga ini hendak melaporkan 2 orang wanita berinisial Ri dan Ic, warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Muba.

Ke 2 wanita yang diduga sebagai bandar arisan online telah membawa lari uang milik mereka.

BACA JUGA:Aniaya Mantan Suami Sang Pacar Gunakan Pisau Karena Masih Sering Berhubungan, Pelaku Cemburu Buta

“Kalau kami mau melapor pak, tapi nunggu pak Polisi dulu. Tapi sudah ada yang melapor juga duluan, dia lagi diperiksa didalam, kerugian dia ratusan juta,” ujar Ika (25), asal Desa Ulak Paceh Jaya, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin.

Ika menuturkan dia sendiri secara total bersama 15 orang yang ikut ada di bawahnya mengalami kerugian Rp 122 juta. 

Nahasnya lagi, para korban yang berada dibawahnya kini menyalahkannya atas kerugian tersebut.

“Saya juga ngajak orang pak, totalnya 15 orang. Semuanya saya daftarkan kepada keduanya, sekarang saya yang jadi sasaran disalahkan, padahal saya belum terima fee, bahkan uang saya yang juga ikut juga hilang, belum dapat tarikan sama sekali,” tuturnya.

BACA JUGA:Hebat! Nikuba Sudah Diminati Vietnam hingga Kosta Rika, CEO Iwan Piliang: Dunia Pasti Mendukung

Ika mengaku bersama anggotanya mendaftar pada bulan April lalu dan belum menerima hasil arisan. 

Dilansir dari sumeks.co, belasan IRT dan Ika tergiur ikut arisan online karena diiming-iming oleh ke 2 wanita tersebut untuk membeli lelang arisan orang lain yang mau jual pasangan arisannya.

“Jadi katanya ada orang mau jual arisannya, tapi kena arisannya baru lima. Mereka kena Rp 10 juta, kita beli lelangnya Rp 8,5 juta, rata-rata ditawarkannya begitu, korban lainnya juga seperti itu,” ungkapnya.

Ika mengaku ia dan sejumlah korban lain sudah mencium gelagat kurang beres. 

BACA JUGA:Pelajar Tewas Tertabrak KA di Perlintasan Rel Ramanuju, Warga: Sudah Diminta Berhenti Tapi Diterobos

Sumber: sumeks.co