Kemenkes Pastikan Kasus Hepatitis Akut di Indonesia Tak Ada Hubungannya Dengan Covid-19

Kemenkes Pastikan Kasus Hepatitis Akut di Indonesia Tak Ada Hubungannya Dengan Covid-19

Sebanyak 3 meninggal dari 21 kasus Hepatitis akut ditemukan di Jakarta dan orang dewasa ikut terpapar.-freepik-

JAKARTA, DISWAY.ID – Sebanyak 15 kasus Hepatitis akut di Indonesia telah terditeksi per 10 Mei lalu di ungkapkan oleh juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi.

Terkait penyebab kasus Hepatitis akut di Indonesia yang menyerang anak-anak, pihak Kemenkes pastikan kasus Hepatitis akut di Indonesia tak ada hubungannya dengan Covid-19.

Meskipun demikian pihak Kemenkes juga mengungkapkan bahwa penyebab kasus Hepatitis akut di Indonesia tersbut masih belum diketahui penyebabnya.

BACA JUGA:Gawat! 15 Kasus Hepatitis Sudah Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Ungkap Faktanya

Prof. dr. Hanifah Oswari, Sp. A(K) selaku Lead Scientist untuk kasus Hepatitis akut di Indonesia, mengungkapkan bahwa tidak benar adanya hubangan dengan Covid-19.

''Kejadian kasus Hepatitis akut di Indonesia ini tidak ada bukti bahwa terdapat hubungan dengan vaksinasi Covid-19,'' ungkap Prof Hanifah.

Dilansir dari kemkes.go.id, Prof Hanifah juga menyampaikan bahwa sampai saat ini juga belum ada bukti yang menunjukkan adanya kaitan penyakit ‘Hepatitis Akut Yang Belum Diketahui Penyebabnya’ dengan virus Covid-19.

“Akan tetapi memang adanya kejadian yang koinsiden atau terjadi secara bersamaan,” tambah Prof Hanifah.

BACA JUGA:Antisipasi Hepatitis Akut, Pemkab Tangerang Instruksikan Faskes serta RS Untuk Siaga dan Waspada

Sebagai upaya peningkatan kewaspadaan, pencegahan dan pengendalian infeksi Hepatitis akut pada anak, pemerintah telah menerapkan beberapa hal.

Salah satunya dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology).

Selain itu, Kemenkes telah menunjuk pehak Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso dan Laboratorium Fakultas Kedokteran UI sebagai laboratorium rujukan untuk pemeriksaan spesimen.

Pemerintah juga meminta seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi, khususnya untuk infeksi virus. 

BACA JUGA:Seorang Anak di Kota Bekasi Diduga Terjangkit Hepatitis, Dirujuk ke RSCM Jakarta

Sumber: