Tegas! Jazuli Juwaini: Berhenti Beri Ruang LGBT di Negara Kita

Tegas! Jazuli Juwaini: Berhenti Beri Ruang LGBT di Negara Kita

Dampak prodcast Deddy Corbuzier, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini ungkapkan untuk berhenti beri ruang LGBT di Negara kita. [email protected] Juwaini -

JAKARTA, DISWAY.ID – Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menegaskan, berhenti beri ruang LGBT di negara kita.

Hal tersebut diungkapkanya terkait dengan podcast Deddy Corbuzier yang dinilai memberi ruang ‘kampanye’ bagi pelaku LGBT menuai polemik.

Namun setelah mendapatkan komentar dari berbagai pihak, akhirnya video tersebut ditake down oleh beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:LGBT Masuk Podcast? Dokter Eva: Seakan Gay Diterima dan Boleh Berkembang di Masyarakat

Jazuli dengan tegas mengungkapkan unutk berhenti memberi ruang bagi pelaku LGBT di negara kita, apalagi sampai diekspose di ruang public.

“Hal tersedut dapat didengar dan dilihat masyarakat luas terutama generasi muda bangsa,” tegas Jazuli.

Dirilis dari sumeks.co, Anggota Komisi I DPR ini menyesalkan sosok publik seperti Deddy Corbuzier yang memberi ruang bagi para pelaku LGBT.

Apalagi dalam hal tersebut juga secara bebas mengeksplorasi paham menyimpang mereka untuk dikonsumsi publik.

BACA JUGA:Konten Deddy Corbuzier dan Pelaku LGBT Tidak Dilarang Hukum, Mahfud MD: Mau Dijerat UU Nomor Berapa?

Deddy selama ini dikenal memiliki pengikut yang besar, sehingga perlu untuk mengedukasi masyarakat dengan konten-konten yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. 

Padahal banyak konten Deddy yang edukatif, konsisten di situ saja.

“Yang jelas-jelas melanggar Pancasila dan konstitusi negara seperti LGBT jangan diberi ruang. LGBT jelas bertentangan dengan identitas dan karekter bangsa sebagai negara yang beragama dan berbudaya luhur,” tegas Jazuli.

Masih dengan Jazuli, sekali diberi ruang bagi LGBT, selanjutnya mereka dengan bebas berbicara ke publik bahkan mengampanyekan perilakunya.

BACA JUGA:Deddy Corbuzier Take Down Konten Podcast LGBT Bareng Ragil Mahardika dan Frederik Vollert di YouTube

Sumber: sumeks.co