Panen Sawit di Lahan Sengketa, 40 Petani Ditangkap Polisi

Panen Sawit di Lahan Sengketa, 40 Petani Ditangkap Polisi

Said Didu pertanyakan harga migor yang masih tinggi serta petani sawit rugi 2 triliun setiap hari gegara larangan ekspor CPO.--

BENGKULU, DISWAY.ID-Sengketa lahan sawit di Kecamatan Malin Deman Kabupaten Mukomuko, Bengkulu berujung dengan penangkapan 40 petani yang sedang memanen tandan sawit. 

Perkumpulan Petani Pejuang Bumi Sejahtera (PPPBS) di Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko melaporkan, 40 petani tersebut memanen buah sawit di lahan sengketa. 

Para petani menganggap bahwa lahan tersebut adalah milik mereka. Di lain pihak, lahan tersebut diklaim milik PT daria Dharma Pratama (DDP).

Polisi akhirnya mengamankan 40 petani tersebut karena laporan pencurian dari petugas keamanan PT DPP.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno ketika dikonfirmasi membenarkan, bahwa pihak kepolisian setempat telah mengamankan sebanyak 40 orang petani tersebut.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Mendadak Turun Drastis, Penampung di Bengkulu Merugi

“Memang ada 40 orang di Mukomuko yang diamankan pihak kepolisian.

Mereka diamankan karena mereka melakukan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) sawit di PT DDP,” ungkap Sudarno, Jumat 13 Mei 2022.

“Mereka ini diamankan pertamanya oleh patroli satpam pihak PT DDP dan ada anggota Polri melakukan pengamanan di sana," tambah Sudarno.

Dirinya menyebutkan, puluhan orang tersebut diamankan murni atas dugaan pencurian yang dilakukan di perusahaan.

“Pada saat memanen itulah mereka ditangkap, jadi ini murni pencurian yang dilakukan di perusahaan,” katanya.

“Hasil keterangan sementara mereka itu memang ada kelompoknya dan ada yang mengajak untuk melakukan panen raya,” sambung Sudarno.

Lanjutnya, saat ini para petani tersebut masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian setempat atas dugaan pencurian.

BACA JUGA:Tangki Pabrik Kelapa Sawit Nyaris Penuh, 2000 Ton Produksi CPO Belum Terjual

Sumber: rakyatbengkulu.com