Penembakan Brutal Meluas ke California Pasca Terjadi di New York yang Sebabkan 10 Orang Tewas

Penembakan Brutal Meluas ke California Pasca Terjadi di New York yang Sebabkan 10 Orang Tewas

Seorang pria setelah tembak 2 wanita, pelaku bunuh diri dengan senjata yang sama pada Kamis 2 Juni 2022 di Iowa, Amerika Serikat.-Ist-

CALIFORNIA, DISWAY.ID-- Penembakan brutal meluas ke California sehari setelah terjadi di supermarket Buffalo New York yang sebabkan 10 orang tewas.

Peristiwa penembakan brutal kali ini dilakukan sorang pria saat resepsi makan siang di sebuah gereja California Selatan pada hari Minggu 15 Mei 2022.

Dalam penembakan brutal tersebut 1 orang tewas dan 4 lainnya terluka parah di Gereja Presbiterian Jenewa di kota Laguna Woods, California.

BACA JUGA:10 Orang Tewas dalam Penembakan Brutal di Supermarket Buffalo, Pelaku Siarkan Langsung Aksinya melalui Kamera

Pejabat Departemen Sheriff Orange County, Jeff Hallock menyebut tersangka dalam penembakan brutal itu, seorang pria Asia berusia 60-an.

Tersangka penembakan brutal ditahan dan para deputi Sheriff menemukan dua pistol di tempat kejadian.

Sedangkan motif penembakan itu tidak segera diketahui.

Mayoritas dari mereka yang berada di dalam gereja pada saat itu diyakini keturunan Taiwan, kata Carrie Braun, juru bicara sheriff.

Antara 30 dan 40 orang berkumpul untuk makan siang setelah kebaktian pagi di gereja ketika tembakan meletus tak lama sebelum pukul 13:30, kata para pejabat.

BACA JUGA:Kronologi Lengkap Kecelakaan Maut di Karawang, Berikut Ini Identitas 7 Korban Meninggal dan 10 Luka-luka

Ketika para deputi tiba, umat paroki mengikat pria bersenjata itu dan ditahan.

“Kelompok pengunjung gereja itu menunjukkan apa yang kami yakini sebagai kepahlawanan dan keberanian luar biasa dalam campur tangan untuk menghentikan tersangka. Mereka tidak diragukan lagi mencegah cedera dan kematian tambahan, ” kata Hallock.

Semua korban adalah orang dewasa. Investigasi masih dalam tahap awal.

Sementara terkait resepsi makan siang sore itu untuk menghormati seorang mantan pendeta dari jemaat Taiwan yang memiliki kebaktian di Jenewa.

Sumber: the associated press