Nelayan Panimbang Akan Menggelar Tasyakuran Laut Selama 7 Hari

Nelayan Panimbang Akan Menggelar Tasyakuran Laut Selama 7 Hari

Perahu milik nelayan bersandar di muara Sungai Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (14/5).--

PANDEGLANG, DISWAY.ID-Setelah empat tahun vakum, tahun ini nelayan di Tempat Pelelangan Ikan Panimbang, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang akan melaksanakan tasyakuran laut atau biasa disebut Nadran.

Tasyakuran laut adalah tradisi wilayah masyarakat pesisir pantai. Pada kesempatan itu akan digelar acara tarian kesenian dan menghadirkan ragam hasil olahan nelayan dalam berbagai bentuk seperti jajanan, camilan atau kerajinan tangan. 

Ketua Panitia Tasyakuran Laut Jayadi mengatakan, sudah hampir empat tahun lamanya nelayan tidak melaksanakan tasyakuran laut.

“Karena sudah lama, kemarin ada masukan dari kawan-kawan untuk dapat melaksanakan tasyakuran laut. Alhamdulilah, kita kumpul-kumpul akhirnya terbentuk panitia,” katanya, Selasa 17 Mei 2022.

Kepanitiaan acara tasyakuran laut secara resmi sudah terbentuk pada hari Senin, 16 Mei 2022 di TPI Panimbang. 

Rencananya puncak acara digelar pada bulan September 2022. “Rangkaian kegiatan seperti biasa, pertama itu istighosah dan yang kedua biasa hiburan rakyat wayang. Dan insyaallah terakhir ruwatan,” katanya.

Selain itu, diagendakan juga kegiatan donor darah, santunan kepada anak yatim, serta menggelar pameran produk unggulan nelayan. Kegiatan tersebut bersifat situasional karena melihat dari ketersediaan alokasi anggaran.

BACA JUGA:Pembangunan Jalan Tol Serang - Panimbang Tungggu Pinjaman Tiongkok

Acara tasyakuran akan berlangsung selama tujuh hari. Akan diikuti ribuan nelayan yang pusat kegiatannya di TPI Panimbang,” katanya.

Jayadi optimis, kegiatan akan berlangsung meriah karena memang acara tasyakuran merupakan keinginan dari para nelayan. Mereka ingin kembali menjalankan adat istiadat orang terdahulu.

“Melaksanakan tasyakuran laut dengan tujuan menggelar doa bersama untuk kemakmuran dan keselamatan para nelayan. Serta membangun silaturahmi antar nelayan dan juga semua elemen masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:400 Ribu Wisatawan Kunjungi Pandeglang Selama Musim Libur Lebaran 2022

“Semoga saja kasusnya tidak kembali melonjak karena sangat luar biasa dampaknya. Hampir vakum semua kegiatan termasuk tasyakuran laut,” katanya.

Oleh karena itu, menurunnya kasus pandemi Covid-19 serta dilonggarkannya kegiatan masyarakat, disambut gembira oleh nelayan.

Sumber: Radar Banten