Misteri SEA Games: Dari Suwardi Arland hingga Shin Tae-yong

Misteri SEA Games: Dari Suwardi Arland hingga Shin Tae-yong

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan Sandy Walsh yang nonton bareng di kantor PSSI, Minggu 22 Mei 2022.-PSSI -Disway.id

JAKARTA, DISWAY.ID - Kurang apa Iswadi Idris? Salah-satu pemain brilian paling berbakat yang pernah ada di Indonesia. Kapten dan jenderal lapangan yang begitu dihormati rekan-rekannya  sesama legenda di timnas.

Tapi bersama pemain bintang lainnya di era itu, Iswadi dua kali gagal merebut emas SEA-Games 1977 dan 1979. ’’ Ada saja halangannya,’’ ujar bang Is dalam satu wawancara terkait kegagalan Indonesia (kalah 0-6 dari Thailand, 0-1 dari Vietnam dan menang 1-0 atas Laos) di fase grup SEA-Games Hanoi 2003.

Bahkan ketika dia diberi kepercayaan membawa timnas Garuda di SEA-Games 1983 dan 1989, sebagai pelatih. Kurang apa dedikasi Ketua Umum PSSI (1977-1981) Letjen KKO/Marinir (Pur) Ali Sadikin saat mengantar perjuangan Andi Lala dan kawan-kawan di SEA-Games 1977 dengan optimisme penuh.

BACA JUGA:‘Harimau Malaya’ Mewek di Lapangan, Kiper Timnas Indonesia Ernando Ari Blok 2 Tendangan Penalti

Karena tim asuhan Suwardi Arland ketika itu adalah 'the Dream Team'. Raja Asia Tenggara. Di fase grup menaklukkan tuan rumah Malaysia, 2-1, yang  kemudian menjadi juara SEA-Games 1977.

Tapi keributan dan perkelahian di semifinal saat melawan Thailand akibat ulah wasit Othman Omar asal Malaysia,  menyebabkan Idwadi Idris cs pulang tanpa hasil. ’’Itu kenangan paling pahit,’’  jelas sang pencetak gol pertama Indonesia dalam sejarah SEA-Games itu.

Jelang SEA-Games Jakarta 1979, Bang Ali mendatangkan khusus pelatih kawakan asal Belanda, Wiel Coerver. Misinya: merebut medali emas yg sempat tertunda di SEA-Games Kuala Lumpur 1977.

Tapi hasilnya? Iswadi Idris dkk kembali gagal. Dalam partai final di Stadion Utama GBK pada 30 September 1979 di hadapan lebih 90 ribu penonton, pemain bintang Indonesia mulai Iswadi, Ronny Pattinasarani, Simson Rumapasal, Rudy Keltjes, Wayan Diana, Rully Nere,  Dede Sulaiman, Joko Malis hingga Risdianto, justru dikalahkan Malaysia (0-1).

BACA JUGA:Timnas Indonesia Benamkan Malaysia, Sea Game 2021 Pulang Bawa Perunggu

Sejak Ali Sadikin, sudah 10 Ketua Umum PSSI. Baru di era Marsekal Madya TNI (Pur) Kardono (1983-1991) Indonesia berhasil merebut medali emas SEA-Games (1987 dan 1991).

Kardono juga sempat dipersalahkan ketika timnas Garuda yg ditangani Harry Tjong dibantai tuan rumah Thailand (0-7) di semifinal SEA-Games 1985. Dikritik pula kebijakan PSSI menunjuk Bertje Matulapelwa menggantikan Tjong. ’’Mengapa tidak sekalian saja ambil pelatih dari Eropa?’’ 

Tapi Kardono tetap teguh pada keputusannya. Bertje membayar lunas kepercayaan Kardono. Dia membawa  Indonesia ke semifinal Asian Games Seoul 1986, juara Piala Kemerdekaan 1987 dan merebut medali emas SEA-Games Jakarta 1987.

Kardono juga mendapat banyak kritikan ketika menunjuk pelatih asal Rusia (waktu itu Uni Soviet) Anatoly Polosin, 1990.

Sumber: