Polisi Ungkap Fakta di Balik Anak Gantung Diri Bawah Jembatan Tol Jakarta - Cikampek

Polisi Ungkap Fakta di Balik Anak Gantung Diri Bawah Jembatan Tol Jakarta - Cikampek

Kapolres Karawang rilis kasus anak gantung diri di Jembatan Tol Jakarta Cikampek, Senin 23 Mei 2022.--Instagram/Kapolres Karawang Polda Jabar

KARAWANG, DISWAY.ID-Fakta kasus tewasnya seorang anak gantung diri di bawah Jembatan Tol Jakarta - Cikampek akhirnya terkuak.

Si Anak diketahui bernama Supritna (14), ditemukan tewas tergantung di bawah Jembatan Tol Jakarta - Cikampek tepatnya di dekat kawasan Industri Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Terungkap, korban bukan gantung diri melainkan dibunuh oleh kakak iparnya yang berinisial TR. 

Polisi menemukan fakta bahwa TR mengaku kesal pada korban lalu akhirnya memukul, membenturkan kepala korban ke lantai hingga meregang nyawa. 

BACA JUGA:Ngeri! Terekam Detik-detik Kecelakaan Mobil Elf Berujung Maut di Karawang, 7 Orang Meninggal Dunia

Pelaku kemudian panik dan melakukan rekayasan seolah Supriatna tewas karena gantung diri. 

"Pelakunya kerabat korban," kata Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono saat ekspos pengungkapan kasus kejahatan di mapolres, Senin 23 Mei 2022.

Pihak kepolisian awalnya menduga kalau korban memang gantung diri. Namun, karena adanya kejanggalan di jasad korban, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut. 

"Setelah dilakukan autopsi terhadap korban dan melakukan penyidikan, kasus itu akhirnya dapat terungkap, korban dianiaya," kata kapolres.

Dia menyebutkan pelakunya berinisial (TR) yang merupakan kerabat atau kakak ipar korban, warga Dusun Pejaten, Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang.

Pelaku berusaha menutupi kejahatannya dengan merekayasa kasus tersebut menjadi korban gantung diri. 

BACA JUGA:Pembunuh Bocah Tewas Menggantung di Tol Japek Ditangkap Polisi

Pelaku menggantung korban di sela-sela panel bawah jembatan tol di daerah Telukjambe Timur, agar seolah-olah korban meninggal disebabkan bunuh diri. 

Kapolres menyampaikan, saat diinterogasi, pelaku tega melakukan tindakan melawan hukum karena merasa kesal. 

Sumber: