Seluruh Pasar Hewan di Banjarnegara Lockdown, Plt Bupati: Demi Keselamatan Bersama

Seluruh Pasar Hewan di Banjarnegara Lockdown, Plt Bupati: Demi Keselamatan Bersama

Pasar Hewan Purwonegoro dijaga Petugas bebeapa waktu lalu.--radarbanyumas.co.id

BANJARNEGARA, DISWAY.ID-- Pemkab Banjarnegara Jawa Tengah memberlakukan lockdown pada seluruh pasar hewan.

Kebijakan ini diambil Plt Bupati Banjarnegara Syamsudin untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK).

Disebutkan Syamsudin, perkembangan PMK dipantau oleh Satgas secara terus menerus.

BACA JUGA:Indonesia Peringkat 3 Sea Games 2021 Vietnam, Berikut Ini Perolehan 242 Medalinya

“Banjarnegara bukan bagian yang terpisahkan dari yang lain. Karena asalnya konon dari Jawa Timur,” ungkapnya.

Atas tujuan untuk mencegah penularan PMK lebih masif, pemerintah daerah menutup seluruh pasar hewan atau lock down.

“Menjaga dengan lockdown memang tidak menyenangkan. Apapun keadaannya tidak menyenangkan. Tapi itu mesti harus dilakukan demi keselamatan bersama,” kata dia.

Dikatakan, lockdown berdampak bagi para pedagang ternak dan daging.

Namun hal ini harus dilajukan untuk mencegah penularan PMK.

BACA JUGA:Sama dengan Konsumen, Pedagang Sayuran di Pasar Kebayoran Lama Keluhkan Kenaikan Harga Cabai

“Tapi alternatif apa lagi yang dicari,” ujarnya.

Syamsudin berharap masyarakat bersabar dan mudah-mudahan kondisi segera kembali normal.

Peternak sapi asal Desa Karangjambe Kecamatan Wanadadi, Fahrudin mengatakan, PMK membuat sapi menjadi demam dan tidak mau makan.

Untuk pengobatan, sapi diberikan antibiotik dan vitamin.

Sumber: