Jokowi Gemes Duit APBN dan APBD Termasuk BUMN Dibelanjakan Produk Impor

Jokowi Gemes Duit APBN dan APBD Termasuk BUMN Dibelanjakan Produk Impor

Presiden Jokowi dalam pengarahannya dan evaluasi Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Balai Sidang Jakarta (JCC), Jakarta, Selasa 24 Mei 2022.-Tangkapan Layar/Youtube/Setpres -Disway.id

JAKARTA, DISWAY.ID - Wajah Presiden Joko Widodo mendadak ‘dingin’ saat bertemu dengan seluruh stakeholder baik Kementerian dan Forkominda dalam pengarahannya dan evaluasi Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Balai Sidang Jakarta (JCC), Jakarta, Selasa 24 Mei 2022.

Ini dipicu dengan munculnya data terkait penggunaan APBN dan APBD termasuk pengunaan anggaran BUMN yang ternyata dibelanjakan produk-produk impor.

“Sekali lagi saya ingin menyampaikan, betapa situasi saat ini sangat sulit dan itu dialami oleh semua negara,” ucap Jokowi saat mengawali pidatonya. 

BACA JUGA:Jokowi Izinkan Ekspor Minyak Goreng Kembali Dibuka 

Oleh sebab itu Jokowi meminta semua pihak memiliki kepekaan keadaan. “Kita tahu ketidakpastian global, setiap hari berubah-ubah, semua negara melakukan pemulihan. Tapi muncul perang Ukraina-Rusia,” tuturnya.

“Situasi global benar-benar tidak menentu. Inilah yang semua harus memiliki perasaan yang sama. Hari ini keadaan tidak gampang, ada 2 urusan yang cukup pelik. Pertama energi dan kedua pangan,” imbuh Jokowi. 

Bensin, kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu, kenaikannya sangat tingi. “Singapura Rp 32 ribu, Jerman 31 ribu, Thailand Rp 20 ribu. Di Indonesia, Pertalite harganya Rp7.650, Pertamax Rp 12.500, yang lain sudah jauh sekali. Kenapa harganya terus kita tahan. Lalu sampi kapan kita tahan. Semua dilakukan untuk menahan laju infalsi,” jelasnya.   

Maka Presiden Jokowi memita Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah memiliki perasaan yang sama.

BACA JUGA:Rakernas V Projo di Magelang Arahkan Dukungan ke Ganjar pada Pilpres 2024? 

“Berat, di negara lain ada yang 30 persen, 40 persen tingkat kenaikan inflasinya. Lihat Amerika sekarang kenaikan infalsi mencapai 8,5 persen, Turki 70 persen, bayangkan. Kita masih di angka 3,5 persen. Patut kita syukri, karena kita nahan gas, listrik, kalau kita ikut ya pasti infalsi naik,” jelasnya.  

“Maka APBN, APBD plus BUMN harus dijaga erat difokuskan pada satu titik. Uangnya besar sekali. APBN kita Rp 2.714 triliun, APBD Rp 1.097 triliun, plus BUMN. Karena ini uang rakyat jangan belikan barang impor. Keliru besar sekali,” tegas Jokowi. 

“Seperti yang saya sampaikan di Bali, karena ini uang rakyat, APBN, APBD, BUMN, ini uang rakyat ya jangan toh kita belikan barang-barang impor, keliru besar sekali kita kalau melakukan itu,” timpal Presiden Jokowi.

Dengan anggaran sebesar itu, kata Presiden, penggunaannya harus optimal dan tepat sasaran untuk mencapai target-target pembangunan dan kesejahteraan.

BACA JUGA:Menebak Makna 'Ojo Kesusu' Ucapan Jokowi, Kader Gerindra: Itu Sindiran Buat Ganjar

Sumber: