Klenteng di Banyumas Naikkan Sesaji di Altar Mbah Kuntjung

Klenteng di Banyumas Naikkan Sesaji di Altar Mbah Kuntjung

Juru kunci Altar Mbah Kuntjung menuang minyak agar api tetap menyala.-fijri-radarmas

BANYUMAS, DISWAY.ID-- Klenteng Boen Tek Bio, tempat ibadah umat Tri Dharma di Sudagaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menggelar tradisi menaikkan sesaji di Altar Mbah Kuntjung.

Prosesi menaikkan sesaji di Altar Mbah Kuntjung memang merupakan salah satu khas di Klenteng Boen Tek Bio Banyumas tersebut.

Ritual demikian yaitu wujud penghormatan kepada Parasuci di tanah Jawa.

BACA JUGA:Seperti KKN di Desa Penari, Arwah Orang Pesugihan Diperbudak Badarawuhi, Begini Kata Buya Yahya

Sedangkan Altar Pusaka Mbah Kuntjung yaitu sebuah altar yang berisi tiga bilah keris dan berarti altar para suci Kejawen.

Di mana, keberadaan pusaka Mbah Kuntjung, bermula dari sasmita atau pesan gaib yang didapat oleh penasihat spiritual klenteng Bon Tek Bio, Lie Fon Won pada awal tahun 1990-an.

Melalui mata batinnya, Lie diperlihatkan bahwa Mbah Kunjtung merupakan seorang tokoh suci dan pernah hidup ratusan silam di Banyumas. 

Mbah Kuntjung dianggap titisan Semar yang dalam kebudayaan Jawa sebagai pamong dan danyang pulau Jawa. 

BACA JUGA:Heboh Pencurian di Hotel Prabumulih, Pria Bertato Mendadak Linglung dan Malah Dibawa ke Panti Rehabilitasi

Humas Klenteng Boen Tek Bio Banyumas Sobita Nanda menceritakan sesaji yang dinaikkan ke Altar Mbah Kuntjung sejak dahulu setelahnya tidak pernah dibuang ke tempat sampah.

Sore hari, sesaji diturunkan dari Altar Mbah Kuntjung. Ketika ada orang yang mau makan, dipersilakan.

“Namun, jika tidak ada yang makan. Sesaji dilarung ke Sungai Serayu,” jelas Sobita, Selasa 24 Mei 2022.

Prosesi larung sesaji dari Altar Mbah Kuntjung sebagai penghargaan dan penghormatan.

Sesaji tidak dibuang secara sembarangan.

Sumber: radarbanyumas.co.id