Kemendagri Minta 40 Persen Belanja Pengadaan Barang dan Jasa untuk UMKM

Kemendagri Minta 40 Persen Belanja Pengadaan Barang dan Jasa untuk UMKM

Sekretaris Jendral Kemendagri, Suhajar Diantoro dalam kegiatan Indonesia Maju Expo dan Forum 2022 di Jakarta Convention Center, Kamis, 26 Mei 2022.-Intan Afrida Rafni/disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta 40 persen dari pengadaan barang dan jasa untuk produk UMKM. 

Permintaan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jendral Kemendagri, Suhajar Diantoro dalam kegiatan Indonesia Maju Expo dan Forum 2022 di Jakarta Convention Center, Kamis 26 Mei 2022.

"Diharapkan minimal 40 persen dari alokasi pengadaan barang dan jasa, belanja-belanja pembelian-pembelian itu 40 persen minimal harus diberi produk dalam negeri gitu ya syukur-syukur bisa lebih misalnya bisa 70 persen," ujar Suhajar Diantoro kepada awak media. 

Ia menambahkan bahwa 40 persen yang diharapkannya itu bisa dibelanjakan untuk produk UMKM. 

"Tolong pastikan bahwa minimal 40 persen sampai 70 persen uang di belanjakan untuk produk-produk dalam negeri termasuk UMKM," tambahnya. 

BACA JUGA:Erick Thohir Ancam Copot Direksi BUMN Jika Tak Belanja Produk UMKM

Menurut Suhajar, nilai tersebut pantas diberikan karena UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. 

"Karena sesungguhnya tulang punggung ekonomi kita yang menggerakkan kehidupan masyarakat dan tempat rakyat hidup itu ada pada UMKM. Jadi dilihat saja seluruh Indonesia yang ada usaha itu tersebar di UMKM," katanya. 

Oleh karena itu, Suhajar berharap UMKM tetap terus hidup dengan cara belanja produk mereka. 

Tidak hanya masyarakat saja yang harus berkontribusi, tapi pemerintah juga harus ikut berkontribusi dalam menghidupkan UMKM. 

BACA JUGA:Target Penyaluran KUR ke UMKM Capai Rp 500 Triliun Tahun Ini

"Misalnya ada ibu-ibu yang jualan arem-arem, terus biasa masyarakat yang beli. Tetapi kita harus memikirkan bagaimana penjualannya lebih luas, yaitu kantor lurah kantor desa Kantor Camat kalau ada rapat ya beli juga arem-arem itu sampai di kantor Kementerian lembaga juga seperti itu," jelasnya. 

Ia pun juga mengatakan bahwa selama pandemi, UMKM sudah mampu melakukan perdagangan melalui elektronik dan berharap bisa lebih maju. 

"Mudah-mudahan ini juga bisa lebih maju bahkan tadi saya lihat yang counter batik Jogja itu mereka sudah menjual sampai keluar negeri dan itu luar biasa," tutupnya.

Sumber: