Pasar Rakyat Sudah Mulai Terapkan e-Retribusi dan QRIS

Pasar Rakyat Sudah Mulai Terapkan e-Retribusi dan QRIS

Wamendag: E-Retribusi dan QRIS Jaga Pasar Rakyat dan Sektor Perdagangan-dok.kemendag-

TASIKMALAYA, DISWAY.ID - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menegaskan, pemerintah memberikan atensi lebih terhadap pasar rakyat dan pedagang pasar rakyat guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional selama pandemi Covid-19. 

Hal itu diwujudkan Kementerian Perdagangan melalui program digitalisasi pasar rakyat dengan menerapkan pembayaran retribusi secara nontunai atau digital (e-retribusi).

Dengan demikian, pasar rakyat dapat tetap beroperasi dan menggerakkan sektor perdagangan.

Hal ini ditegaskan Wamendag dalam peluncuran pembayaran retribusi digital di Pasar Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat kemarin, Senin 18 April 2022.

BACA JUGA:Rekrutmen BUMN Buka Sampai 25 April, Banyak Formasi 'Qouta Penuh', Cek Lowongan Sepi Peminat

“Penggunaan e-retribusi dipandang sebagai jawaban atas transaksi pembayaran digital yang semakin masif,” ujar Wamendag Jerry.

“Saat ini, telah banyak penyedia layanan pembayaran digital yang bisa digunakan. Selain itu, e-retribusi juga dapat menjadikan kegiatan pembayaran retribusi semakin efektif dan efisien,” tambahnya.

Kementerian Perdagangan mendorong para pedagang dan pengelola pasar rakyat untuk melakukan digitalisasi pasar. 

BACA JUGA:Ramalan Zodiak, Selasa, 19 April 2022, Aquarius: Jangan Ambil Keputusan yang Tak Beralasan

Caranya dengan melakukan transaksi secara daring, baik melalui platform media sosial, lokapasar (marketplace), maupun transaksi jual beli secara nontunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). 

Hadirnya pembayaran retribusi secara digital menjadi sangat penting karena dapat menjadi alat pembayaran yang sesuai dengan protokol kesehatan dalam rangka membantu mengurangi transaksi secara uang langsung atau tunai.

Wamendag juga menekankan pentingnya digitalisasi pasar, terutama retribusi, bahwa digitalisasi dapat membuka jangkauan pasar atau pembeli yang jauh lebih luas. 

BACA JUGA:Sandiaga Uno: Libur Lebaran, Perputaran Ekonomi Bisa Sampai Rp 72 Triliun

Produktivitas penjualan melalui daring bisa mencapai dua kali lipat dari penjualan luring. 

Sumber: