APBN Kuartal I 2022 Surplus Rp 10,3 Triliun, Sri Maulyani: Pemasukan Pajak Jadi Kunci Utama

APBN Kuartal I 2022 Surplus Rp 10,3 Triliun, Sri Maulyani: Pemasukan Pajak Jadi Kunci Utama

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati-Setkab-

JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi APBN pada kuartal I 2022 surplus Rp 10,3 triliun, setara 0,06 persen dari produk domestik bruto (PDB).

"Surplus tersebut terjadi karena pendapatan negara pada 3 bulan pertama tahun ini mencapai Rp 501 triliun, sementara belanja negara tercatat sebesar Rp 490,6 triliun," jelas Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konpers PPBN Kita, Rabu 20 April 2022. 

Sri menambahkan, realisasi APBN pada kuartal I 2022 ini juga tumbuh positif 107,2 persen dibanding kuartal I 2021, ketika terjadi defisit Rp143,7 triliun.

"Artinya kondisi APBN kita positif, surplus sampai akhir kuartal I 2022," ujarnya. 

BACA JUGA:Program Kartu Prakerja Gelombang 27 Resmi Dibuka, Buruan Daftar!

BACA JUGA:Masa Penahanan Putra Siregar Diperpanjang, Polisi Ungkap Alasannya

Menurut Sri, pemasukan pajak jadi kunci utama atas realisasi pendapatan negara senilai Rp 501 triliun pada triwulan pertama tahun ini.

Ia mencatat, penerimaan perpajakan pada kuartal I 2022 tercatat senilai Rp 401,8 triliun, terdiri atas penerimaan pajak Rp 322,5 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp 79,3 triliun. 

Sementara dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) realisasinya Rp 99,1 triliun.

"Sedangkan dari sisi belanja realisasinya mencapai Rp 490,6 triliun. Terdiri dari belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 150 triliun, belanja non-kementerian/lembaga Rp 164,2 triliun, dan belanja transfer ke daerah dan dana desa Rp 176,5 triliun," tuturnya.

Slain itu, lanjut Sri, surplus APBN ini juga turut berdampak terhadap penurunan pembiayaan utang. 

BACA JUGA:Kloter Pertama Haji Indonesia Siap Berangkat 4 Juni 2022, Kuota 100.051

BACA JUGA:Menkeu Catat Belanja Subsidi Pemerintah Capai Rp 28,3 Triliun, BBM dan LPG Meningkat

Pemerintah hanya mengeluarkan Rp 139,4 triliun di kuartal I 2022, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu mencapai Rp 332,8 triliun.

Sumber: