Fatayat NU Sayangkan Viral Pria Nikahi Kambing Betina, Begini Investigasi Kemenag di Gresik

Fatayat NU Sayangkan Viral Pria Nikahi Kambing Betina, Begini Investigasi Kemenag di Gresik

Pria menikah dengan seekor kambing di Gresik.--

GRESIK, DISWAY.ID-- Fatayat NU menyayangkan adanya viral video ritual pria di Gresik nikahi kambing betina yang dibernama Sri Rahayu binti Bejo di Gresik. 

Ketua PC Fatayat NU Gresik Ainul Farodisa menyebutkan, video pria nikahi kambing tersebut tidak elok lantaran tidak sesuai dengan kultur budaya setempat.

Meski belakangan merupakan konten untuk media sosial, bahkan disebutkan Ainul, kegiatan video pria nikahi kambing itu bisa menjurus aspek penodaan agama. 

BACA JUGA:Ketua MUI Tidak Tenang Hadiri Ritual Pria di Gresik Nikahi Kambing Bernama Sri Rahayu

“Kami sangat menyayangkan adanya unggahan video pernikahan pria dengan kambing di Desa Jogodalu, Benjeng, Gresik," katanya.

"Walaupun hanya bersifat hiburan dan tidak beneran, namun kami merasa penayangan video itu kurang pas karena tidak sesuai kultur budaya dan pastinya menodai nilai-nilai keagamaaan,” imbunya seperti disampaikan melalui laman jatimnu. 

Menurutnya, ihwal pernikahan merupakan erat kaitannya dengan norma-norma agama. 

"Klarifikasi memang telah dilakukan, tetapi itu setelah adanya keresahan yang terjadi di masyarakat,” katanya.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tanggap terhadap semua konten yang tersebar di media sosial dengan filter pengetahuan agama yang kuat.

BACA JUGA:Fakta Baru Pria di Gresik Nikahi Kambing yang Juga Dihadiri MUI

"Ingin viral boleh, tapi jangan menghalalkan segala cara walaupun itu hanya bohongan. Apalagi sampai meresahkan dan tidak sesuai dengan etika budaya masyarakat kita,” kata Ainul.

Pasca heboh ritual pria nikahi kambing betina yang diberi nama Sri Rahayu binti Bejo, Kementerian Agama (Kemenag) Gresik telah melakukan investigasi ke lokasi acara yang terlihat dalam video viral.  

Apalagi disebutkan, seorang guru MA Negeri hadir diundang pada ritual pria nikahi kambing tersebut di Desa Jogodalu, Kecamatan Bejeng, Gresik.

Kepala Kemenag Gresik Sahid mengatakan, pihaknya juga telah memanggil kepada guru MAN itu.

Sumber: