Kemenkeu Salurkan Pembiayaan KPR Subsidi FLPP Sebesar Rp 2,25 Triliun di 2021

Kemenkeu Salurkan Pembiayaan KPR Subsidi FLPP Sebesar Rp 2,25 Triliun di 2021

Realisasi Program Sejuta Rumah pada kuartal I 2022 mencapai 159.372 unit di seluruh Indonesia.--

JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Keuangan telah mengalirkan PNM 2021 kepada  PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebesar Rp2,25 triliun untuk mendukung Program KPR FLPP.

Hal itu kemudian di blended dengan dana SMF untuk mendukung target program KPR Subsidi FLPP pemerintah.

Pemerintah melalui program KPR FLPP telah menargetkan penambahan sebanyak 200 ribu unit rumah dengan alokasi sebesar Rp23 triliun pada 2022," kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban, Selasa 5 April 2022.

Rionald  menyebut, sejak 2010-2021, Kementerian Keuangan telah menyalurkan pembiayaan untuk mendukung KPR FLPP sebesar Rp75,17 triliun atau sebanyak 943 ribu unit rumah.

“Peran SMF sedianya dapat menjadi gayung bersambut bagi BPD yang dapat berpartisipasi lebih aktif dalam menyalurkan KPR di daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum Dan Perumahan Kementrian PUPR, Herry Trisaputra Zuna menjelaskan, penyediaan perumahan dihadapkan pada tantangan yang besar untuk menyelesaikan 12,7 juta backlog rumah tangga yang terus bertambah sebesar 680 ribu per tahun.

Dalam hal ini, BPD dapat menjadi pendukung utama dalam kolaborasi seluruh stakeholder untuk mempermudah akses masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah dan informal dalam memiliki rumah layak huni.

“Dengan keterlibatan BPD diharapkan dapat mempercepat penyelesaian backlog rumah tangga maupun rumah tidak layak huni yang menjadi target kita bersama,” kata Herry.

Data OJK menunjukkan, pertumbuhan KPR perrbankan terus membaik sejak akhir 2020 dan pada Februari 2022 mencapai 10,2 persen (yoy) sejalan dengan total penyaluran KPR FLPP oleh BPD mencapai 67.273 unit atau Rp7,4 triliun.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mendorong seluruh stakeholders termasuk Badan Pengelola Tabungan Perumahan (BP Tapera) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk meningkatkan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di daerah.

“Ini untuk mewujudkan percepatan pengembangan ekosistem pembiayaan perumahan nasional untuk mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khususnya di sektor perumahan,” kata Wiyogo.

SMF mendukung percepatan PEN khususnya sektor perumahan melalui peningkatan penyaluran pembiayaan perumahan sejalan dengan dukungan pemerintah seperti pemberian dana Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Sumber: