Sejarah Panjang Merpati Airlines hingga Dinyatakan Pailit, Perusahaan Bermodalkan Rp 10 Juta!

Sejarah Panjang Merpati Airlines hingga Dinyatakan Pailit, Perusahaan Bermodalkan Rp 10 Juta!

Merpati Airlines dinyatakan pailit--

JAKARTA, DISWAY.ID - PT. Merpati Nusantara Airlines (Persero) atau Merpati Airlines resmi dinyatakan pailit berdasarkan putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada sidang 2 Juni 2022. 

Lantas, seperti apa perjalanan panjang Merpati Airlines dari awal pertama kali dibentuk hingga berujung pailit pada tahun 2022.

Merpati Airlines didirikan oleh pemerintah Indonesia pada tanggal 6 September 1962 dengan nama "PN Merpati Nusantara" untuk menyediakan layanan penerbangan regional.

Pembentukan Merpati Airlines didasarkan dari PP Nomor 19 tahun 1962. 

BACA JUGA:Kim Jong Un Beri Dukungan Terbuka ke Putin, Perang Dunia ke-3 Makin Nyata!

Merpati Nusantara Airlines berdiri berkat serangkaian usaha rintisan yang dilakukan oleh Angkatan Udara (AU) dan dwi-fungsi ABRI. 

Modal awal saat pembentukan Merpati Airlines yakni Rp 10 juta terdiri dari dua pesawat Dakota dan empat pesawat Otter/DHC 3. Awalnya, Merpati Nusantara Airlines hanya menghubungkan lima kota besar. 

Pada 1974, Merpati merambah 175 kota di mana beberapa di antaranya adalah kota kecil, kota/kabupaten hingga kecamatan. 

Selanjutnya pada 1975, perusahaan rintisan tersebut berubah menjadi persero dengan Direktur Utama Ramli Sumardi.

Menjadi anak perusahaan Garuda Merpati Nusantara Airlines, selanjutnya menjadi anak perusahaan Garuda Airways pada 26 Oktober 1978. 

Sehingga kemudian terjadi pengalihan kekuasaan modal negara dari MNA kepada Garuda. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1978 tanggal 26 Oktober 1978. 

Namun seiring berjalannya waktu, Merpati Nusantara Airlines pada akhirnya terus mengalami kerugian dan membutuhkan subsidi pemerintah. 

Beberapa kalangan pejabat MNA di daerah telah sejak lama mengeluhkan keadaan perusahaan. 

Meskipun MNA mendapat penambahan pesawat yang berasal dari penyertaan modal pemerintah, akan tetapi dalam operasinya perolehan muatan MNA terus mengalami penurunan sejak 1972. 

Sumber: