Reaksi Tegas Indonesia Atas Sikap Mahathir Serukan Malaysia Klaim Riau

Reaksi Tegas Indonesia Atas Sikap Mahathir Serukan Malaysia Klaim Riau

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. Foto: Disway--

JAKARTA, DISWAY.ID-- Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad telah membuat pernyataan provokatif yang serukan Malaysia klaim Singapura dan Riau.

Atas pernyataan Mahathir minta Malaysia klaim Kepulauan Riau itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI tengah mengambil sikap.

Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah mengatakan pihaknya sedang meminta penjelasan pemerintah Malaysia atas pernyataan mantan Perdana Menteri Mahathir itu.

BACA JUGA:Mantan Gubernur Sumbar Tuding Gus Miftah Kelewatan Gak Ngertinya

"Sedang dimintakan penjelasan ke KBRI Kuala Lumpur," ujar Teuku Faizasyah.

Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodawardhani menegaskan perlunya mengkonfirmasi pernyataan Mahathir Mohamad merupakan posisi resmi Pemerintah Malaysia atau pribadi.

"Hingga detik ini, satu-satunya entitas yang memiliki kendali atas wilayah Provinsi Riau adalah Pemerintah Republik Indonesia," ujarnya seperti dilansir Antara.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir ditemui wartawan di Yogyakarta mengatakan para tokoh sebaiknya membuat pernyataan yang saling mengeratkan hubungan Indonesia dan Malaysia.

Seharusnya para tokoh tidak membuat pernyataan-pernyataan yang justru menjadi masalah baru dalam hubungan kedua negara.

BACA JUGA:Viral Gadis asal Yogyakarta Bergaji Rp 2,6 Miliar, Dapat Beasiswa Penuh Saat Kuliah di New York University

"Cukup lah bagi generasi Indonesia maupun Malaysia pengalaman di masa lalu yang meninggalkan bekas yang tidak sederhana dalam relasi Indonesia-Malaysia," katanya.

Sebelumnya, Mahathir Mohamad mengklaim, Singapura dan Kepulauan Riau di Indonesia merupakan bagian dari tanah Melayu.

Artinya, kedua pulau itu adalah teritori dari wilayah mereka.

Hal itu diutarakan Mahathir dalam pidato pembukaan yang disiarkan media sosial Minggu 19 Juni 2022, sebagai mana ditulis media Singapura, Strait Times, Selasa 21 Juni 2022.

Sumber: