Persebaya Lepas Hambali Tolib, ke PSS Sleman?

Persebaya Lepas Hambali Tolib, ke PSS Sleman?

Hambali Tolib saat mengikuti sesi latihan Persebaya beberapa waktu lalu.--Harian Disway

SURABAYA, DISWAY - Musim depan Muhammad Hambali Tolib bakal tidak lagi memperkuat Persebaya. Pemain yang pernah digadang-gadang menjadi wonderkid itu menuju pintu keluar.

Sebetulnya kontrak Hambali dengan Persebaya masih tersisa sampai Desember 2022. Namun, kedua pihak sepakat mengakhiri kontrak lebih awal.

Hambali akan menjadi pemain bebas pada Mei. Kabarnya, ia akan menuju PSS Sleman. Salah satu klub yang berminat mendapat tanda tangannya. Hambali sendiri setuju demi memburu kesempatan bermain.

Informasi yang dihimpun Harian Disway (Disway National Network), Hambali sebetulnya masih akan diberi kesempatan sampai akhir Desember. Namun, semua berubah setelah Aji Santoso kecewa berat dengan penampilan Hambali pada laga terakhir Liga 1

Saat Persebaya menghadapi Borneo FC. Waktu itu Hambali memang masuk starting eleven sebelum akhirnya ditarik di pertengahan babak.

Hambali disebut Aji Santoso sudah tidak bisa berkembang bila masih tetap di Persebaya. Ia direkomendasikan keluar untuk menambah jam terbang dan pembuktian bila nanti ingin balik ke Persebaya.

Hambali gabung ke Persebaya pada Januari 2020. Ia didatangkan dari Persela Lamongan.

Persebaya harus merogoh kocek hingga Rp 200 juta untuk menebus sang pemain karena masih memiliki sisa kontrak dengan Persela. Keputusan itu diambil karena Hambali memiliki prospek untuk meledak.

Awal musim, ekspektasi itu seperti benar. Penampilannya cukup menjanjikan pada Piala Gubernur Jatim 2020.

Ia mampu memikat Bonek lewat aksinya di lapangan. Ia seperti terlahir kembali. Bahkan, Hambali sempat merasakan panggilan timnas U-23. Sayang, ia gagal di tahap berikutnya.

Penampilan Hambali kemudian tidak terpantau seiring dengan dihentikannya kompetisi Liga 1 2020. Di awal musim Liga 1 2021, Hambali masih sempat mendapat kepercayaan tampil. Namun, lambat laun penampilannya menurun.

Ia justru disalip juniornya, Marselino Ferdinan. Alhasil, waktunya lebih banyak dihabiskan di bangku cadangan. Bahkan, pada beberapa laga, ia sama sekali tidak dimasukkan line-up.

Kendati begitu, ia tetap saja di-paido sebagian Bonek sebagai anak emas di Persebaya. Mungkin itu dilihat dari awal rekrutmen sang pemain. Mau tidak mau itu juga membebani Hambali dan Aji Santoso. Berulang-ulang pelatih Persebaya tersebut menegaskan tidak ada anak emas. Semua pemain yang diturunkan murni karena pertimbangan objektif saat latihan. 

”Bunuh diri saya kalau saya memasukkan pemain karena pertimbangan itu (anak emas, Red),” tegas Aji Santoso beberapa waktu lalu. Kini ”anak emas” itu akhirnya benar-benar akan pergi.(*)

Sumber: harian disway