Kasus DBD di Jakbar Tembus 562 Jiwa, Pemkot Ingatkan Pola Hidup Bersih

Kasus DBD di Jakbar Tembus 562 Jiwa, Pemkot Ingatkan Pola Hidup Bersih

Wabah demam berdarah (DBD) di Jakarta Barat sudah mencapai angka 562 kasus. -ilustrasi-Berbagai sumber

JAKARTA,DISWAY.ID - Selama tiga bulan terakhir, wabah demam berdarah (DBD) di Jakarta Barat sudah mencapai angka 562 kasus. 

Angka tersebut membuat pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat (Jakbar) sedikit khawatir.

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Iin Mutmainah mengingatkan kepada warganya untuk menjaga lingkungan dan mengatur pola hidup sehat guna mencegah naiknya kasus demam berdarah (DBD).

"Kami menghimbau kepada masyarakat tetap melakukan satu hal yakni PHBS , Pola Hidup Bersih dan Sehat," kata Iin saat ditemui di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis, 23 Juni 2022.

BACA JUGA: Stop Sekarang Juga Kalau Gak Mau Perut Bucit! 5 Kombinasi Makanan Ini Bikin Timbangan Naik, Apa Saja?

Adapun faktor yang mempengaruhi meningkatnya penyakit DBD, yaitu pertama karena cuaca ekstrim.

Kemudian, pola hidup masyarakat juga berpengaruh terhadap munculnya wabah DBD di wilayah Jakarta Barat. 

Maka dari itu, dia mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan pola hidup sehat mulai dari kualitas makanan, kebersihan lingkungan hingga aktivitas olahraga dalam kehidupan sehari-hari.

"Makanya kami terus mengingatkan kepada warga untuk melakukan pola hidup yang sehat dan jangan lupa lakukan 3M (Menguras, Menutup dan Mendaur Ulang)," ujar Iin. 

Menurutnya, jika masyarakat sudah melakukan semuanya terkait pola hidup sehat tadi, ia yakin tubuh akan kebal dari serangan kuman ataupun virus. 

"Pastinya akan terjadi peningkatan daya tahan tubuh dan apapun virus atau kuman maupun bakteri kalau daya tahan tubuh sehat dia pasti akan kuat," jelas Iin

Sebelumnya, di Jakarta Barat sendiri sejak bulan April 2022 sampai dengan Juni 2022, tercatat jumlah kasus DBD sudah menyerang 562 orang. 

Data tersebut didapati dari Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Barat pada Jumat, 17 Juni 2022.

"Bulan April terdapat 270 kasus, bulan Mei 225 kasus, sementara Juni sampai tanggal 16 kemarin tercatat ada 67 kasus," ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Sudinkes Jakarta Barat, Arum Ambarsari. 

Sumber: