5 Strategi BKPM Gelar 'Karpet Merah' Fasilitasi Investor

5 Strategi BKPM Gelar 'Karpet Merah' Fasilitasi Investor

5 Langkah BKPM Untuk Memfasilitasi Investor-Istimewa-fin

JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengklaim, telah menyelesaikan investasi mangkrak sebanyak Rp 558,7 triliun atau 78,9% dari total investasi mangkrak yang mencapai Rp 708 triliun. 

Dengan demikian, masih ada sekitar Rp 149,3 triliun lagi yang belum terselesaikan.

Lantas bagaimana langkah BKPM untuk dapat menyelesaikan kekurangan dari target tersebut hingga akhir tahun 2022.

BACA JUGA:10 PTN Penerima Peserta KIP Kuliah Jalur UTBK-SBMPTN 2022, Mana Saja?

Berikut 5 Langkah Untuk Memfasilitasi Investor:

1. Meyakinkan para investor bahwa Indonesia ramah terhadap investasi. 

“Kalau dulu BKPM itu hanya menampilkan promosi, sekarang kita merubah strateginya, jadi selain kita promosi dan meyakinkan para investor bahwa negara kita sudah berubah undang-undang cipta kerja udah kita lakukan dalam rangka melahirkan 4 hal,” kata Menteri Investasi / Kepala BKPM Bahlil Lahadalia di Jakarta, ditulis Kamis 23 Juni 2022.

2. Membantu pelayanan perizinan yang tertuang dalam PP nomor 5 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko melalui Single Submission (OSS) secara online. 

“Kalau kita urus izin di Kementerian/Lembaga di Republik Indonesia dulunya kita tidak tahu berapa lama, luar biasa persoalannya. Dengan lahirnya undang-undang Cipta Kerja yang ada, Insha Allah akan memudahkan kita semua,” ujarnya.

3. Membantu financial closing.

4. Memberikan layanan end-to-end kepada investor sampai realisasi investasi.

5. Membantu investor sampai tahap produksi. 

“Kita akan bantu juga, negara akan hadir untuk membantu proses financial closing kalau itu dibutuhkan. Lalu kita bantu lagi sampai dengan eksekusi konstruksi di lapangan kalau ada yang ganggu tanahnya nggak jelas, ada persoalan apa gitu kita bantu sampai dia berproduksi secara end-to-end,” tuturnya.

Bahlil mengaku optimis target realisasi investasi Rp1.200 triliun tahun depan bisa tercapai. Menurut beliau, untuk menggenjot target investasi tersebut perlu dilakukan transformasi ekonomi serta memetakan wilayah yang berpotensi mendongkrak investasi.

Sumber: