Bupati Tangerang Tersinggung, Anies Bilang Polusi Udara Akibat Industri Daerah Penyangga

Bupati Tangerang Tersinggung, Anies Bilang Polusi Udara Akibat Industri Daerah Penyangga

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar--Instagram

TANGERANG, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan penyebab kualias udara buruk akibat aktifitas industri di daerah penyangga. 

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar pun mempertanyakan pernyataan tersebut. Jika memang daerah penyangga seperti Kabupaten Tangerang disebut sebagai sumber polusi udara di DKI Jakarta, dia pun mengajak Gubernur Anies Baswedan untuk duduk bersama, guna memecahkan persoalan tersebut.

"Kalo disebut daerah penyangga, mari kita duduk bersama, kita pecahkan," ucapnya.

Selain itu kata dia, mesin-mesin indikator polusi udara yang terpasang di titik-titik di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya juga perlu dipertanyakan keakuratannya.

BACA JUGA:Cerita di Balik Penampakan Anies Baswedan Disuapi Cowok Terbongkar, Ternyata...

Apakah mesin-mesin indikator yang sudah terpasang tersebut dipelihara dengan baik supaya hasil pengukuran indeks kualitas udaranya bisa dipercaya.

Sebab, menurutnya, dari aplikasi indikator polusi udara yang terpasang di ponselnya sumber polusi udara bukan hanya karena kegiatan industri tetapi juga karena aktivitas transportasi.

"Terutama di waktu pagi hari dan sore hari, ketika kendaraan bermotor berlalu lalang di jalanan, dalam kondisi macet biasanya di titik-titik macet akan terjadi peningkatan polusi udara yang signifikan," tuturnya, Kamis 23 Juni 2022.

BACA JUGA:384 Jamaah Haji Kloter 18 JKG Dilepas Wakil Bupati Tangerang

Pun begitu, untuk memperbaiki kualitas udara di wilayahnya, Zaki mengatakan, pihaknya akan membangun ruang terbuka hijau (RTH) di tempat-tempat atau fasilitas masyarakat yang memang perlu ada penghijauan.

"Tapi memang kita juga perlu tahu dulu ini indikatornya dari mana, supaya pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan tahu sumber polusi udara ini dari mana, apakah karena aktivitas  transportasi atau dari  industri," pungkasnya (Rikhi Ferdian)

Sumber: