Ternyata Klaim Ustaz Adi Hidayat Soal Nama Asli Pattimura adalah Ahmad Lussy tak Sendirian

Ternyata Klaim Ustaz Adi Hidayat Soal Nama Asli Pattimura adalah Ahmad Lussy tak Sendirian

Ternyata tidak hanya Ustaz Adi Hidayat yang mengungkapkan bahwa nama Pattimura adalah Ahmad Lussy, namun penulis Matthijs Sapija juga ungkap hal yang sama.--Twittter/@yaniarsim

JAKARTA, DISWAY.ID-- Tengah ramai diperdebatkan nama asli Kapitan Pattimura setelah viral Ustaz Adi Hidayat (UAH) yang mengklaim pahlawan asal Maluku itu bernama sebenarnya adalah Ahmad Lussy. 

Ternyata klaim Ustaz Adi Hidayat soal nama asli Kapitan Pattimura adalah Ahmad Lussy tidak sendirian.

Ditengarai, Ustaz Adi Hidayat menyebut nama asli Kapitan Pattimura adalah Ahmad Lussy merupakan berdasarkan atas referensi dari pakar atau sejarawan.

BACA JUGA:Menag Tinjau Toilet di Arafah, Ingin Jemaah Haji Tidak Lama Mengantre

Seorang netizen melalui akun @is_pelssy membela Ustaz Adi Hidayat dengan menyebut sumber Thomas Matulessy bernama Ahmad Lussy dan beragama Islam yaitu ditengarainya dari buku Api Sejarah Volume I (2009) karya Ahmad Masnyur Suryanegara.

Atas referensi buku sejarah itu, kata netizen, Ustaz Adi Hidayat tidaklah mengada-ada.

Bahkan jauh sebelum Ahmad Mansyur menulis Thomas Matulessy beragama Islam, menurut akun tersebut, sudah ada sejarawan yang membahasnya.

"Soal Pattimura..Ustad Adi Hidayat gak salah..Itu sudah diberitakan Panjimas medio awal 80an. Dan bukan ujug ujug .. itu lewat penelitian sejahrwan Maluku alm Drs Muhammad Nur Tawainella," tulis akun Twitter @is_pelssy, Selasa 5 Juli 2022.

BACA JUGA:Penumpang Perempuan Tusuk Driver Ojol, Bawa Kabur Motor, Korbannya Malah Dikira Begal dan Dipukuli Massa

Menurutnya, sejarawan pertama yang membahas Pattimura atau Thomas Matulessy menganut Islam yaitu Tawainella.

"Versi kedua ini dikemukakan Ahmad Mansur Suryanegara dalam Api Sejarah Volume I (2009) yang menegaskan pemaparan berbeda mengenai Pattimura. Bersumber dari sejarawan Maluku alm M Nur Tawainella," tulis akun ini lagi.

"M Nur Tawainela:sesungguhnya sejarah pahlawan/kepahlawanan di maluku telah banyak dimanipulasi, sebab yang kt lihat bkn lagi kepahlwanan dan keberanian mrk melawan sang penjajah yg mengancam laut² merampas hutan² dan daratan² orang Maluku,tetapi yg kt ukur agama apa sang pahlawan," imbuhnya.

Disebutkan akun itu, tulisan Tawainella soal manipulasi sejarah pahlawan Maluku terlacak pada tulisan berjudul Menjernihkan Sejarah Pahlawan Pattimura yang diterbitkan Majalah Panji Masyarakat No 431 tahun XXV yang terbit pada 11 Mei 1984.

BACA JUGA:9 Kejanggalan Visa 46 Calon Jemaah Haji Indonesia yang Dideportasi Arab Saudi, Mantan Dubes RI Ungkap Ini

Sumber: