Cilacap Diterjang Bencana Hidrometeorologi Bertubi-tubi

Cilacap Diterjang Bencana Hidrometeorologi Bertubi-tubi

Tim BPBD Kabupaten Cilacap bersama TNI melakukan kaji cepat bencana tanah longsor di Desa Palugon, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis 21 April. -BPBD Kabupaten Cilacap-

CILACAP, DISWAY.ID - Wilayah Kabupaten Cilacap bagian barat, khususnya Kecamatan Cimanggu, Kecamatan Majenang dan Kecamatan Wanareja dilanda bencana hidrometeorologi hingga bertubi-tubi dalam tiga pekan terakhir. 

Hasil rangkuman kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, kejadian bencana hidrometeorologi mencakup banjir dan tanah longsor.  

”Kejadian ini terus didata oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) BPBD Majenang sejak Kamis-Jumat 22 April 2022,” terang Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

BACA JUGA:Sungai Meluap, 289 Rumah Warga Cirebon Terendam Banjir

Sebagai laporan pertama, banjir dan tanah longsor terjadi di beberapa titik wilayah Desa Kutabimayang didahului oleh tingginya intensitas hujan dan disertai kondisi tanah yang labil.

Jalan utama desa sempat lumpuh total akibat tertutup material lumpur. Peristiwa itu juga menyebabkan 18 hewan ternak mati dan kurang lebih 100 warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka terdampak.

Data terakhir menyatakan bahwa kejadian bencana itu telah berdampak pada 215 jiwa dari 72 KK.

BACA JUGA:Puluhan Rumah di Lebak Terendam Banjir

Melalui laporan visual didapatkan gambaran yang menunjukkan beberapa tebing mengalami longsor hingga berdampak ke areal persawahan dan jalan utama desa. 

Sisa material seperti lumpur, sampah dan potongan kayu juga terlihat di bantaran aliran sungai yang melintasi Desa Kutabima.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Wijonardi mengatakan pihaknya telah turun ke lapangan dan mengumpulkan beberapa pemangku kebijakan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

BACA JUGA:Mongol Nonggol di Bukber PSI, Korban Banjir Tagih Anies Baswedan Turap Kali Mampang

”Kami telah kumpulkan tim untuk koordinasi percepatan penanganan banjir dan tanah longsor ini. Tanggung jawab penangan bencana bukan hanya BPBD tapi semua OPD perlu peduli bahwa bencana bisa berakibat dan menimbulkan kerugian pada semua sektor,” papar Wijonardo, 

Sumber: