bannerdiswayaward

Menkomdigi Sebut Ada 5,5 Juta Kasus Pornografi Anak, Meutya Hafid: Ini Jadi yang Ke-4 Terbesar di Dunia

Menkomdigi Sebut Ada 5,5 Juta Kasus Pornografi Anak, Meutya Hafid: Ini Jadi yang Ke-4 Terbesar di Dunia

Menkomdigi Sebut Ada 5,5 Juta Kasus Pornografi Anak, Meutya Hafid: Ini Jadi yang Ke-4 Terbesar di Dunia-Disway/Anisha Aprilia-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan ada 5,5 juta kasus pornografi anak di Indonesia.

Meutya menyebut hal ini menjadikan Indonesia diperingkat keempat di dunia.

BACA JUGA:Polda Jabar Ungkap Aksi Pornografi Melalui Aplikasi Berbayar

BACA JUGA:Aduh! Sudah Terjerat Kasus Pornografi, Akun Siskaeee Juga Terjerat Judi Online

“Bapak Presiden memperhatikan kondisi saat ini di mana banyaknya kejahatan terhadap anak. Angka kasus pornografi anak di Indonesia sudah mencapai 5.500.000 lebih dalam 4 tahun terakhir. 

“Ini angka yang sangat mengkhawatirkan. Angka ini sayangnya adalah keempat terbesar di dunia," kata Meutya, Sabtu, 29 Maret 2025.

Selain itu, Politikus Partai Golkar itu juga menyebut, saat ini ada 48 persen anak-anak di Indonesia mengalami perundungan atau bullying secara online.

BACA JUGA:Kapok Terjerat Kasus Hukum, Siskaeee Janji Gak Bakalan Bikin Konten Pornografi Lagi

BACA JUGA:Komunitas Pedofil Marak, Perpres Satgas Pencegahan dan Penanganan Pornografi Makin Mendesak

Ia menambahkan, 80 ribu anak-anak di Indonesia yang berumur di bawah 10 tahun juga terpapar oleh judi online (judol).

“48 persen anak-anak Indonesia mengalami perundungan online serta 80.000 anak Indonesia di bawah 10 tahun terpapar judi online,” ucapnya.

Atas dasar itu, Meutya menyebut pihaknya telah menggelar konsultasi publik dan menerima 287 masukan serta tanggapan dari 24 pemangku kepentingan, termasuk akademisi, organisasi non-pemerintah, hingga pakar dari dalam dan luar negeri.

BACA JUGA:Hati-hati! Ini Modus Penjual Konten Pornografi Anak Lewat Media Sosial

BACA JUGA:Paman di Gresik Produksi Ratusan Konten Pornografi Keponakan Sejak 2022

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads