Gunung Anak Krakatau Alami Erupsi, Amankah Penerbangan saat Mudik Lebaran 2022?

Gunung Anak Krakatau Alami Erupsi, Amankah Penerbangan saat Mudik Lebaran 2022?

Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Jumat, 22 April 2022, pukul 02:37 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1500 m di atas puncak.-ESDM-

JAKARTA, DISWAY.ID - Gunung anak Krakatau saat ini tengah mengalami erupsi. Peristiwa tersebut bersamaan dengan kegiatan mudik lebaran 2022 tahun ini.

Lantas amankah kemanan mudik menggunakan moda transportasi pesawat terbang? Mengenai hal itu pihak Angkasa Pura II buka suara.

Diketahui, hingga kini belum ada dampak signifikan terhadap aktivitas penerbangan mudik Hari Raya Idul Fitri dari dampak erupsi Gunung Anak Krakatau .

BACA JUGA:Elon Musk Tak Sabar Bertemu Jokowi di SpaceX

Hal itu dikonfirmasi oleh VP of Corporate Communication Angkasa Pura II Hufron Kurniadi.

Menurutnya saat ini penerbangan masih cukup aman dan tidak mengganggu jadwal penerbangan. Sehingga masyarakat yang akan mudik masih tetap terlayani dengan baik serta nyaman.

"Sejauh ini belum ada dampak yang muncul untuk penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta,” tutur VP of Corporate Communication Angkasa Pura II Hufron Kurniadi, dalam siaran persnya, dikuip dari PMJ NEWS, 27 April 2022.

BACA JUGA:Firli Bahuri Angkat Bicara Terkait Penangkapan Ade Yasin, KPK Minta Rakyat Bersabar

“Tentu kita berharap, erupsi segera berakhir dan tidak mengganggu penerbangan sehingga masyarakat yang hendak mudik dapat terlayani dengan baik, aman, sehat, dan nyaman," urainya melanjutkan.

Diketahui, selama musim angkutan Lebaran 2022 ini, akan terjadi peningkatan pergerakan pesawat terbang secara signifikan.

Peningkatan tersebut diperkirakan mencapai 200 persen dibandingkan dengan musim mudik lebaran tahun 2021 lalu.

BACA JUGA:Ruko ATM BNI di Jalan Boulevard Selatan Summarecon Bekasi Terbakar

Perkiraannya, sebanyak 30 ribu pergerakan pesawat akan mengudara di langit Indonesia selama musim Angkutan Lebaran tahun ini.

AirNav Indonesia selaku penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan Indonesia, menyiapkan operasional untuk melayani pergerakan penerbangan tersebut.

Sumber: