Kemenag Gelar OMI Olimpiade Madrasah Indonesia 2025, Integrasi Sains, Islam dan Kearifan Lokal!
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama resmi merilis program Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025.-Kemenag-
JAKARTA, DISWAY.ID- Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama resmi merilis program Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025.
Peluncuran program OMI atau Olimpiade Madrasah Indonesia ini dilaksanakan pada Jumat 8 Agustus di Aula MAN 1 Kota Bandung, Jawa Barat.
Nantinya, program tersebut akan berlangsung secara online mulai bulan Agustus hingga November 2025.
BACA JUGA:Tak Hanya di Ponpes, Kemenag Pastikan CKG ke Seluruh Sekolah Keagamaan
Mengusung tema 'Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju dan Berdaya Saing Global', Olimpiade Madrasah Indonesia ini adalah integrasi dari dua ajang bergengsi sebelumnya, yakni KSM(Kompetensi Sains Madrasah) dan Madrasah Young Researcher Supercamp (MYERS).
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno menyampaikan jika OMI bukan hanya sebagai ruang unjuk prestasi akademik, namun juga ajang pembinaan karakter, spiritualitas serta penguatan integritas murid madrasah.
"Melalui olimpiade ini, kita ingin menunjukkan bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar ilmu agama, tetapi juga pusat lahirnya ilmuwan muda unggul dalam sains, teknologi, dan humaniora," ujarnya yang dilansir dari laman resmi Kemenag.go.id.
Ajang Integarasi Sains, Islam dan Kearifan Lokal
Selain itu, program OMI 2025 juga menempatkan banyak nilai-nilai keislaman dan juga budaya lokal sebagai bagian integral dari kompetisi.
BACA JUGA:Badan Halal Resmi Pisah dari Kemenag, Nasaruddin Umar dan Babe Haikal Teken Berita Acara
Para siswa pun didorong untuk melihat sains sebagai bentuk ibadah serta pengembangan diri sesuai ajaran Islam.
"Kita ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh secara akhlak dan spiritual. Ini sekaligus memperkaya perspektif ilmiah murid dengan kearifan lokal yang mereka miliki," lanjut Suyitno.
Program Olimpiade Madrasah Indonesia turut menghadirkan public lecture yang bertemakan 'Sejarah Keemasan Sains Islam' yang membahas kontribusi para tokoh seperti Ibnu Sina, Al-Khwarizmi dan Al-Biruhi dalam membangun peradaban.
Harapannya, dari madrasah-madrasah ini akan lahir penerus Ibnu Sina - generasi melek sains, iman yang kokoh serta mampu untuk jadi pencerah di tenagh dunia global.
Suyitno juga menambahkan bahwa OMI juga menjadi ruang strategis bagi siswa Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah untuk bersaing secara nasional, sekaligus menjaring bibit unggul yang nantinya akan disiapkan ke ajang internasional, terutama dalam bidang sains dan keislaman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: