bannerdiswayaward

Tokoh Gerakan Nurani Bangsa Datangi Polda Metro, Desak Penangguhan Penahanan Aktivis

Tokoh Gerakan Nurani Bangsa Datangi Polda Metro, Desak Penangguhan Penahanan Aktivis

Sejumlah tokoh nasional yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menyambangi Polda Metro Jaya pada Selasa, 23 September 2025-Disway.id/Rafi Adhi-

JAKARTA, DISWAY.ID - Sejumlah tokoh nasional yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menyambangi Polda Metro Jaya pada Selasa, 23 September 2025. 

Mereka datang untuk menjenguk para aktivis dan mahasiswa yang ditahan usai aksi unjuk rasa yang berujung ricuh beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:Fasilitas Lengkap IMOS 2025, Hadirkan Pengalaman Pameran yang Nyaman

BACA JUGA:JRENG! Malaysia Turunkan Harga BBM RON95 Jadi Rp7.864 per Liter, Lebih Murah dari Pertalite RI

Rombongan GNB dipimpin oleh Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, didampingi tokoh-tokoh lintas profesi dan agama seperti Komaruddin Hidayat, Gomar Gultom, Erry Riyana Hardjapamekas, Karlina Supeli, hingga Inayah Wahid.

"Kunjungan ini wujud kepedulian dan keprihatinan kami atas penahanan sejumlah aktivis. Kami ingin memastikan kondisi mereka, mendengar langsung apa yang mereka alami, serta menyampaikan harapan agar hak-hak asasi tetap dijunjung tinggi," kata Lukman Hakim, mewakili GNB.

Ia menegaskan, GNB juga telah melayangkan surat resmi kepada Kapolri dengan tembusan kepada Kapolda Metro Jaya, berisi permintaan agar para aktivis yang ditahan segera dibebaskan atau setidaknya mendapat penangguhan penahanan.

Anak Bangsa Harus Dilindungi

Dalam kesempatan itu, Sinta Nuriyah Wahid menyampaikan bahwa para aktivis muda yang kini mendekam di tahanan adalah bagian dari generasi penerus bangsa.

BACA JUGA:Apa Itu Tepuk Sakinah yang Viral di TikTok? Ini Lirik dan Maknanya

BACA JUGA:HKI Harap Satgas Investasi Bakal Pangkas Birokrasi yang Ruwet

"Mereka adalah anak-anak bangsa yang berjuang untuk kemanusiaan dan kebebasan berpendapat. Jangan sampai ada kesalahpahaman lalu mereka diperlakukan seolah musuh negara," tegasnya.

Hal senada disampaikan Komaruddin Hidayat. Ia menilai aktivis muda, khususnya generasi Z, memiliki idealisme yang kuat dan cara berekspresi berbeda, termasuk melalui media sosial dan aksi unjuk rasa.

"Demo adalah bagian dari hak asasi manusia warga negara. Mereka ini putra-putri terbaik bangsa. Jangan sampai salah perlakuan justru melemahkan demokrasi kita," tuturnya.

Sementara itu, Karlina Supeli menyoroti kasus seorang ibu muda yang ditahan karena unggahannya di media sosial. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads