Menkes Usul Gizi dan Keamanan Pangan Masuk Kurikulum Wajib Sekolah, Ini Alasannya

Menkes Usul Gizi dan Keamanan Pangan Masuk Kurikulum Wajib Sekolah, Ini Alasannya

Menkes Budi Sadikin dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (1/10/2025).-yt-

JAKARTA, DISWAY.ID— Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan agar materi tentang keamanan pangan dan gizi masuk ke dalam kurikulum wajib di sekolah. Usulan ini disampaikan Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (1/10/2025).

Menurut Budi, langkah tersebut bukan hal baru. Ia mengingatkan bahwa ketika pemerintah gencar menangani stunting, pendekatan serupa sudah dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).

“Sejak dulu saat stunting, kita bikin kurikulum merdeka bersama Pak Nadiem. Beberapa kurikulum kesehatan kita masukkan agar anak-anak memahami gizi dan keamanan makanan,” ujar Budi.

BACA JUGA:Purbaya Awasi Dana Rp200 Triliun ke Bank Himbara, Pastikan Tak Dipakai Beli Dolar

BACA JUGA:Pramono Targetkan Kontingen DKI Jakarta Tembus 5 Besar di PORNAS XVII KORPRI 2025

BACA JUGA:BGN Akui Sanitasi Air di Dapur MBG Belum Memadai, Prabowo Instruksikan Sterilisasi

Kali ini, Budi mendorong agar materi tersebut tidak hanya bersifat pilihan dalam kurikulum Merdeka Belajar, tetapi menjadi pelajaran wajib. Usul ini telah ia sampaikan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.

“Saya sudah bicara dengan Mendikdasmen. Kalau bisa, keamanan pangan dan gizi dimasukkan bukan hanya ke kurikulum merdeka belajar, tapi jadi mata pelajaran wajib,” ungkapnya.

Budi menekankan, pendidikan sejak dini mengenai gizi dan keamanan pangan dapat membantu anak-anak memiliki fungsi kontrol yang lebih baik terhadap kasus keracunan makanan.

“Supaya nanti anak-anak tahu tanpa harus diajari guru, bahwa makanan tertentu tidak sehat dan bisa langsung melaporkannya. Jadi fungsi kontrolnya berjalan lebih baik,” imbuhnya.

Ia juga memastikan materi pembelajaran sudah disiapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. “Materi-materi ini sudah ada, sudah disusun teman-teman dari Kemendikdasmen. Tinggal kita luncurkan,” kata Budi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads