FIFA Skakmat Malaysia! Temukan Keaslian Skandal Pemalsuan Dokumen 7 Pemain Naturalisasi: Leluhur Asli Amerika Latin

FIFA Skakmat Malaysia! Temukan Keaslian Skandal Pemalsuan Dokumen 7 Pemain Naturalisasi: Leluhur Asli Amerika Latin

FIFA Ungkap Dokumen Palsu Pemain Naturalisasi Malaysia-@FAMalaysia-Instagram

BACA JUGA:West Ham dan Everton Bidik Joshua Zirkzee, Striker Belanda Tersisih dari Skuad Utama MU

Apabila terbukti bersalah, Malaysia berpotensi dijatuhi sanksi berat, mulai dari pencabutan poin, larangan tampil di turnamen AFC berikutnya, hingga hukuman administratif terhadap federasi dan pemain yang terlibat.

Reaksi Dunia Sepak Bola

Skandal ini sontak menjadi sorotan tajam di kawasan Asia Tenggara. Banyak pihak menilai kasus ini bisa menjadi pukulan telak bagi reputasi sepak bola Malaysia, yang selama ini dikenal agresif dalam program naturalisasi pemain.

Hingga kini, FAM belum memberikan pernyataan resmi selain menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama penuh dengan FIFA selama proses banding berlangsung.

BACA JUGA:Akhirnya! 137 Anggota Global Sumud Flotilla Dibebaskan Israel, Mulai Warga Malaysia Hingga Turki

FAM Resmi Ajukan Banding ke FIFA

Persatuan Bolasepak Malaysia (FAM) akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi keputusan disipliner FIFA terkait dugaan pelanggaran dokumen kelayakan tujuh pemain tim nasional Malaysia.

Dalam keterangan resmi, FAM mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima dokumen penghakiman penuh dari FIFA dan akan segera mengajukan banding resmi melalui jalur hukum yang ditetapkan pada Selasa, 7 Oktober 2025.

“Semua dokumen dan bukti sokongan terkait isu ini telah lengkap sepenuhnya dan siap dikemukakan kepada FIFA melalui saluran rasmi,” tulis FAM dalam pernyataannya.

BACA JUGA:7 Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia Tak Masuk Daftar Jelang Hadapi Laos di Kualifikasi Piala Asia 2027, Jadi Harimau Ompong?

FAM Bantah Tuduhan Pemalsuan Dokumen

FAM menegaskan bahwa pihaknya memandang serius kesimpulan FIFA, terutama terkait tuduhan bahwa sejumlah pemain memperoleh dokumen palsu atau sengaja menghindari peraturan kelayakan.

Menurut FAM, tidak ada bukti sahih yang menunjukkan bahwa para pemain terlibat dalam upaya pemalsuan dokumen tersebut.

Federasi juga menjelaskan bahwa seluruh proses administrasi dan pengesahan kelayakan pemain telah dilakukan sesuai prosedur resmi. Selama ini, para pemain disebut bertindak dengan niat baik, sepenuhnya mengandalkan hasil verifikasi dan pendaftaran yang dijalankan oleh FAM.

“FAM berpendapat bahawa penggambaran yang dibuat tidak tepat dan tidak adil. Perkara ini akan dibangkitkan secara menyeluruh melalui proses rayuan rasmi,” lanjut pernyataan tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads