Eric Trump Senang Prabowo Minta Kontaknya via Hot Mic: Saya Anak Baik, Proyek Bali-Jakarta Hebat
Eric Trump, putra Presiden AS Donald Trump Dalam wawancara MSNBC pada 17 Oktober.-tangkapan layar-
JAKARTA, DISWAY.ID– Eric Trump, putra kedua Presiden AS Donald Trump, menyatakan kegembiraannya atas permintaan Presiden Prabowo Subianto untuk bertemu dengannya yang terekam dalam hot mic saat KTT Gaza di Sharm el-Sheikh, Mesir.
Dalam wawancara MSNBC pada 17 Oktober, Eric tertawa dan menyebut dirinya "anak baik" sambil memuji Prabowo karena mengetahui proyek Trump Organization di Bali dan Jakarta.
Insiden hot mic terjadi pada 13 Oktober. Prabowo mendekati Donald Trump usai pidato perdamaian Gaza dan bertanya, "Bisa ketemu Eric?" Trump menjawab, "Saya suruh Eric telepon kamu. Dia anak baik sekali!" Prabowo menambahkan, "Eric atau Don Jr." Video tersebut viral di media sosial.
BACA JUGA:Diminta Bertemu Prabowo, Berikut Profil Eric Trump yang Kaya Raya
Eric Trump mengonfirmasi belum ada kontak dari Prabowo terkait hal itu. "Belum, tapi senang dia akui saya anak baik. Saya memang anak baik," katanya.
Ia menjelaskan bahwa Trump Organization memiliki dua proyek besar di Indonesia yang ditandatangani pada 2014-2015, sebelum Donald Trump kampanye presidensial.
"Proyek hebat di Bali yang sudah dikerjakan 10 tahun, dan lapangan golf hebat di luar Jakarta yang saya operasikan setiap hari. Mungkin yang terhebat di kawasan," ujarnya.
Eric menegaskan proyek tersebut dimulai sebelum ayahnya terlibat politik. "Saya tersanjung presiden tahu soal itu. Itu dua proyek properti paling penting di kawasan," tambahnya.
Ia membantah adanya konflik kepentingan, dengan menyatakan, "Tembok etikanya besar sekali. Begitu besar sampai presiden belum pernah ketemu saya."
Pewawancara Kaitlin Collins menyoroti kekhawatiran soal pemisahan antara bisnis dan jabatan presiden.
BACA JUGA:Heboh Mikrofon Bocor, Percakapan Prabowo dan Donald Trump di KTT Gaza Terekam Tak Sengaja
Eric menjawab, "Presiden belum pernah ketemu saya, tapi dia ingin ketemu karena tahu proyek besar anaknya. Itu bukti temboknya besar banget."
Dalam wawancara yang sama, Eric mengkritik perdagangan saham anggota Kongres AS, khususnya Nancy Pelosi, yang disebutnya melakukan "insider trading".
"Dia bikin Warren Buffett kelihatan biasa saja," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: