110 WNI Jadi Korban Penipuan Online di Kamboja, Menlu Sugiono: Sebagian Menolak Pulang

110 WNI Jadi Korban Penipuan Online di Kamboja, Menlu Sugiono: Sebagian Menolak Pulang

Saat ini, 110 warga negara tersebut ditahan di Pusat Penahanan Imigrasi Phnom Penh untuk pengumpulan data dan pemeriksaan oleh otoritas setempat.-Disway/Anisha Aprilia -

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan nasib 110 warga negara Indonesia yang menjadi korban pekerjaan ilegal penipuan online di negara Kamboja.

Ia menyebut pihaknya akan melihat terlebih dahulu kebutuhannya apakah korban ingin pulang atau tidak.

BACA JUGA:Sumardji Bantah Ada Rapat Exco PSSI: Belum Ada Undangan Resmi

BACA JUGA:BPJS Kesehatan Umumkan Kriteria Peserta yang Kena Pemutihan Iuran, Fokus pada Kelompok Ini

Sekjen Partai Gerindra ini mengatakan ada beberapa korban yang telah dipulangkan ke Indonesia namun tidak mau pulang.

"Kita lihat nanti kebutuhannya seperti apa, apakah semuanya mau pulang atau tidak karena ada juga yang kita pulangi ternyata dia tidak mau pulang, begitu. Kita lihat aja nanti," kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 22 Oktober 2025.

Meski demikian, Sugiono tak menjelaskan alasan sejumlah korban itu tak ingin pulang ke Indonesia.

Hanya saja, ia menyebut masing-masing korban memiliki alasan.

BACA JUGA:Kronologi Detik-detik Tewasnya Anggit Bima Mahasiswa IPB dalam Tugas Ekspedisi Patriot di Fakfak Papua

BACA JUGA:Presiden Prabowo Sambut Presiden Ramaphosa: Persahabatan Dunia Selatan yang Semakin Erat

"Masing-masing punya alasan," imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mengonfirmasi bahwa 110 warga negara Indonesia yang menjadi korban maupun yang terlibat dalam penipuan online di Kamboja telah dipastikan aman.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin.

Data terbaru menunjukkan bahwa 97 warga Indonesia berhasil melarikan diri dari perusahaan yang dicurigai menjalankan operasi penipuan online. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads