Wujudkan Cita-cita Gusdur, Wagub Rano Bangun Pusat Kajian Islam ASEAN
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Pusat Kajian Islam Asia Tenggara (ASEAN) di kawasan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.--Cahyono
JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Pusat Kajian Islam Asia Tenggara (ASEAN) di kawasan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Pembangunan Pusat Kajian Islam Asia Tenggara sebagai upaya mewujudkan cita-cita sekaligus bentuk penghargaan terhadap Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Menurut Rano, karena menjadi tempat pengembangan ilmu keislaman di kawasan Asia Tenggara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memperhatikan akses transportasi menuju lokasi agar memudahkan masyarakat untuk berkunjung.
BACA JUGA:Rano Karno Klaim Uji Coba Gratis Tol Fatmawati 2 Kurangi Kemacetan TB Simatupang 24 Persen
“Tadi, saya menanyakan kepada Pak Wali Kota, apakah rute JakLingko sudah menjangkau wilayah ini. Ternyata baru sampai di depan, tapi belum berbelok ke sini. Nanti rutenya akan disempurnakan supaya masyarakat lebih mudah mengakses kawasan ini. Jika memang belum masuk dalam jalur JakLingko, saya minta rutenya segera diperluas agar bisa menjangkau lokasi ini,” ujar Rano dalam keterangannya pada Minggu, 26 Oktober 2025.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Gus Dur adalah tokoh yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.
Karena itu, pembangunan Pusat Kajian Islam ini menjadi kelanjutan cita-cita besar Gus Dur, yang selalu mengedepankan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan dalam perjuangannya.
BACA JUGA:Rano Karno Geram Rekrutmen PPSU Diwarnai Pungli Puluhan Juta: Itu Harus Diberantas!
“Melalui pusat kajian ini, kami berharap lahir ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meneliti dan mengembangkan pemikiran Islam yang moderat, inklusif, dan berakar pada kebudayaan Nusantara, sekaligus mampu menjangkau dinamika Asia Tenggara dan dunia,” jelasnya.
Rano menegaskan, Pemprov DKI Jakarta menyambut baik dan mendukung penuh pembangunan Pusat Kajian Islam, baik melalui fasilitasi perencanaan dan perizinan, maupun melalui sinergi dalam pengembangan literasi dan ekosistem pengetahuan di Jakarta.
Pusat Kajian Islam ini nantinya akan menjadi tempat belajar yang menarik pengunjung dari berbagai negara di Asia Tenggara.
“Saya sudah menugaskan Wali Kota Jakarta Selatan agar DKI siap membantu bila dibutuhkan. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai generasi penerus dan umat Islam. Karena Kami siap memberikan dukungan semaksimal mungkin agar pembangunan ini dapat terwujud,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: