Projo Bakal Ubah Logo Siluet Wajah Jokowi, Budi Arie: Supaya Tak Kultus Individu

Projo Bakal Ubah Logo Siluet Wajah Jokowi, Budi Arie: Supaya Tak Kultus Individu

Ketum Projo, Budi Arie Setiadi, menegaskan organisasinya bakal mengubah logo siluet Jokowi agar tak dianggap mengkultuskan tokoh-Disway.id/Candra Pratama-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Ketua Umum (Ketum) Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, mengungkapkan bahwa organisasinya tengah menggodok perubahan logo Projo.

Menurutnya, perubahan logo tersebut dilakukan agar identitas Projo tidak terkesan berpusat pada sosok tertentu.

BACA JUGA:Di APEC, Prabowo Tegaskan AI Bisa Jadi Senjata Entaskan Kemiskinan Bukan Ancaman

BACA JUGA:MANTAP! Kamu Menerima Saldo DANA Gratis Rp101.000, Caranya Main Game Penghasil Uang

"Logo Projo akan kita rubah, supaya tidak terkesan kultus individu," ujarnya di sela-sela kongres III Projo di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 November 2025.

Anda sudah tahu bahwa logo Projo saat ini adalah siluet wajah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). 

Rencananya, setelah kongres ini selesai, siluet wajah ayah Gibran Rakabuming Raka itu tak lagi terpampang di logo organisasi tersebut.

Budi mengatakan bahwa rencana perubahan logo merupakan bagian dari upaya transformasi terhadap organisasi Projo.

BACA JUGA:Rafael Struick Cetak Gol Perdana, Langsung Bawa Dewa United Lolos 8 Besar AFC Challenge League!

"Projo akan melakukan transformasi organisasi. Yang salah satunya adalah kemungkinan merubah logo Projo, yang nanti akan kita putuskan di Kongres ketiga ini," kata Budi.

Meski begitu, mantan Menteri Koperasi (Menkop) ini menegaskan bahwa Projo tidak akan menjadi partai. Dan upaya transformasi organisasi akan tetap dilakukan.

"Kita harus mentransformasikan Projo. Karena tugas Projo tadi sudah mengawal pemerintahan Pak Jokowi 2 periode dan kita saat ini menghadapi tantangan baru," jelas Budi.

BACA JUGA:Industri Garmen Makin Terjepit Imbas Banjirnya Produk Tekstil Impor, Harga Jual Tertekan

"Ini tidak mudah geopolitiknya, tantangan globalnya, dan sebagainya. Sehingga kita harus betul-betul persatuan nasional ini menjadi penting," sambungnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads