95 Persen Kota Tak Punya Transportasi Umum Modern, Pengamat: Mobilitas Bukan Hanya untuk Pejabat
Ilustrasi angkutan umum di jalur permukiman penduduk.-Fajar Ilman-
JAKARTA, DISWAY.ID — Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengungkap fakta mengejutkan: sebanyak 95 persen kota di Indonesia belum memiliki transportasi umum modern.
Ironisnya, banyak daerah bahkan sudah kehilangan fasilitas transportasi umum sama sekali.
“Sebanyak 95 persen kota-kota di Indonesia tidak memiliki transportasi umum modern. Bahkan banyak kota sudah tidak memiliki fasilitas transportasi umum,” ujar Djoko, Minggu (2/11/2025).
Menurut Djoko, beberapa kota memang masih memiliki angkutan umum, tetapi kondisi kendaraannya sudah uzur. Rata-rata usia kendaraan mencapai 10 hingga 15 tahun dan sudah tidak layak operasi.
BACA JUGA:Kemkomdigi Luncurkan Tunasdigital.id, Panduan Orang Tua Lindungi Anak di Dunia Maya
Sementara itu, program transportasi umum modern dengan skema buy the service baru berjalan di 17 kota dan 11 kabupaten dari total 514 pemerintah daerah di Indonesia — termasuk 38 provinsi.
Djoko juga menyoroti program mobil nasional yang kini tengah digencarkan pemerintah. Ia menilai, kebijakan tersebut tidak boleh hanya berorientasi pada kendaraan pejabat semata.
“Kebutuhan mobilitas bukan hanya untuk pejabat. Rakyat juga memerlukan. Alangkah baiknya mobil nasional juga memproduksi bus, angkutan pedesaan, dan truk,” ujarnya.
Menurut Djoko, produksi bus akan memperluas akses transportasi umum di perkotaan dan kabupaten. Sementara angkutan pedesaan penting untuk menghubungkan warga desa ke pasar dan mengangkut hasil pertanian.
Adapun truk logistik diperlukan untuk memperkuat rantai pasok dan distribusi pangan nasional.
Djoko mengajak pemerintah belajar dari India, China, dan Jepang yang sukses membangun industri otomotif nasional dengan pendekatan inklusif.
BACA JUGA:Prosesi Adat Sakral, 5 Rangkaian Pemakaman Susuhunan PB XIII dari Solo Menuju Imogiri Yogyakarta
Negara-negara tersebut tidak hanya berfokus pada mobil pribadi, tetapi juga menjadikan produksi bus dan truk sebagai bagian strategi industri nasional.
“Sekarang bus dan truk di Indonesia bukan produksi dalam negeri, padahal kebutuhannya tinggi,” ujarnya menegaskan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: